Berita

ILustrasi (Artificial Inteligence)

Global

AS Hantam Iran dengan Sanksi Baru, Jaringan Penyelundupan LPG Jadi Target

SABTU, 06 JUNI 2026 | 13:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Amerika Serikat (AS) kembali memperketat tekanan terhadap Iran dengan menjatuhkan sanksi baru.

Sanksi diberikan kepada sejumlah individu, perusahaan, dan kapal tanker LPG yang diduga terlibat dalam jaringan penyelundupan gas minyak cair (LPG) serta perbankan bayangan milik Teheran.

Departemen Keuangan AS melalui Office of Foreign Assets Control (OFAC) menyatakan jaringan tersebut telah mengirim LPG asal Iran senilai ratusan juta Dolar AS ke negara-negara di Asia Selatan dan Asia Timur dengan menyamarkan produk itu sebagai LPG asal Oman. Dalam operasinya, mereka disebut memanfaatkan perusahaan cangkang di Uni Emirat Arab dan China untuk menyembunyikan asal barang dan menghindari sanksi.


Selain itu, OFAC juga menjatuhkan sanksi kepada perusahaan penukaran mata uang Iran, Mehrdad Geramian Nik and Partners Company, beserta para pimpinannya. Perusahaan tersebut dituduh memfasilitasi perpindahan ratusan juta dolar mata uang asing atas nama sejumlah bank Iran yang telah lebih dulu dikenai sanksi oleh AS.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan Washington akan terus mempersempit ruang gerak ekonomi Iran. 

"Departemen Keuangan akan terus memutus armada bayangan Iran, jaringan perbankan bayangan, dan akses Iran ke perdagangan global," tegas Bessent, dikutip Sabtu, 6 Juni 2026.

Menurut Departemen Keuangan AS, jaringan penyelundupan itu menggunakan perusahaan-perusahaan fiktif di Uni Emirat Arab untuk mengekspor jutaan barel LPG Iran ke berbagai negara di Asia, terutama Bangladesh, dengan identitas palsu sebagai LPG Oman. Sejumlah kapal tanker yang diduga digunakan dalam operasi tersebut juga masuk dalam daftar sanksi.

AS menilai sistem perbankan bayangan dan jaringan perdagangan rahasia menjadi jalur penting bagi Iran untuk memperoleh devisa di tengah embargo internasional. Dana tersebut, menurut Washington, digunakan untuk mendukung program persenjataan, aktivitas militer, dan kelompok-kelompok proksi yang didukung Teheran di kawasan.

Pemerintahan Presiden Donald Trump menyebut kebijakan ini sebagai bagian dari program "Economic Fury", yang bertujuan memaksimalkan tekanan ekonomi terhadap Iran dengan memutus sumber pendapatan utama negara tersebut. 

AS juga memperingatkan perusahaan dan lembaga keuangan asing bahwa mereka berisiko terkena sanksi apabila membantu perdagangan ilegal atau transaksi keuangan yang melibatkan pihak-pihak yang telah masuk daftar hitam.

Dengan sanksi terbaru ini, seluruh aset pihak-pihak yang ditetapkan berada di bawah yurisdiksi AS akan diblokir, sementara warga dan perusahaan AS dilarang melakukan transaksi dengan mereka. 

Washington menegaskan akan terus memburu jaringan yang membantu Iran menghindari sanksi internasional melalui perdagangan minyak, LPG, maupun sistem keuangan bayangan.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya