Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Wall Street Ambruk, Nasdaq Anjlok 4 persen Akibat Aksi Jual Besar Saham Chip

SABTU, 06 JUNI 2026 | 08:56 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah tajam pada perdagangan Jumat, 5 Juni 2026, waktu setempat setelah aksi jual besar-besaran melanda saham-saham semikonduktor dan teknologi. 

Sentimen negatif dipicu kekhawatiran terhadap prospek industri chip kecerdasan buatan atau AI serta naiknya imbal hasil obligasi pemerintah AS setelah data tenaga kerja yang lebih kuat dari perkiraan.

Indeks Nasdaq Composite memimpin pelemahan dengan turun 4,18 persen ke level 25.709,43, menjadi penurunan harian terbesar sejak April 2025. S&P 500 ikut merosot 2,64 persen ke 7.383,74, sementara Dow Jones Industrial Average kehilangan 695,15 poin atau 1,35 persen menjadi 50.866,78. Secara mingguan, Nasdaq turun 4,7 persen dan S&P 500 mencatat pekan negatif pertamanya dalam 10 pekan terakhir.


Tekanan terbesar datang dari sektor semikonduktor. ETF iShares Semiconductor anjlok 10 persen, sedangkan saham Broadcom turun hampir 8 persen setelah sebelumnya merosot lebih dari 12 persen. Marvell Technology jatuh lebih dari 16 persen, Intel dan AMD melemah sekitar 11 persen, sementara Micron Technology terkoreksi 13 persen setelah sehari sebelumnya juga mengalami penurunan tajam.

Sentimen pasar semakin tertekan setelah AS melaporkan penambahan 172.000 lapangan kerja pada Mei, jauh di atas perkiraan 80.000. Data tersebut mendorong kenaikan imbal hasil obligasi AS dan memicu kekhawatiran bahwa suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama, sehingga berpotensi meningkatkan biaya pendanaan bagi perusahaan teknologi.

Di tengah aksi jual saham teknologi, investor mengalihkan dana ke sektor defensif seperti barang konsumsi dan kesehatan. Saham Colgate-Palmolive naik sekitar 4 persen, Coca-Cola menguat lebih dari 3 persen, dan Johnson & Johnson bertambah sekitar 2 persen. Sementara itu, Bitcoin juga ikut tertekan hingga turun di bawah 60.000 Dolar AS untuk pertama kalinya sejak akhir 2024.

Sejumlah analis juga menilai aksi jual dipengaruhi persiapan investor menghadapi IPO SpaceX pekan depan yang diperkirakan menjadi salah satu penawaran saham terbesar dalam sejarah. Meski mengalami koreksi tajam, sektor semikonduktor masih mencatat kenaikan sekitar 79 persen sepanjang tahun ini, menunjukkan minat investor terhadap tema AI masih relatif kuat.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

KPK Benaran Sakit Jiwa, Gedung Merah Putih Mending untuk Merawat ODGJ

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:00

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Berkunjung ke USS Missouri

Sabtu, 18 Juli 2026 | 06:08

Legislator PDIP Minta Pemerintah Gercep Atasi Titik Panas di Sejumlah Wilayah

Sabtu, 18 Juli 2026 | 05:48

Menakar Arah Pemerataan Lewat Pelayaran Perintis

Sabtu, 18 Juli 2026 | 05:20

TNI Kirim Satgas Kompi Zeni dalam Misi Perdamaian PBB di Kongo

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:58

Pemerintah Didorong Segera Bentuk Badan Rempah dan Herbal Nasional

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:38

PBB Dukung Penuh Pemerintahan Prabowo dan Bidik Kemenangan 2029

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:18

Ancaman Industri Hasil Tembakau dan Agenda Global

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:59

BRI Gelar KKB Expo Hadirkan Kemudahan Layanan Pembiayaan Kendaraan

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:45

Data Pengungsi Papua Harus dapat Dipertanggungjawabkan

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:20

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Selengkapnya