Berita

Kunjungan PT Medco E&P Indonesia ke Grha Pertamina Jakarta. (Foto: Dok. Pertamina)

Bisnis

Siasat Pertamina Pasok BBM Pelosok Negeri Lewat Remote Surveillance

JUMAT, 05 JUNI 2026 | 15:23 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Keandalan PT Pertamina (Persero) dalam mengadopsi teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini resmi menjadi kiblat bagi korporasi energi nasional.

Hal ini terbukti saat raksasa migas swasta, PT Medco E&P Indonesia, memboyong timnya untuk melakukan benchmarking (studi banding) ke Pertamina Digital Hub di Grha Pertamina, Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026.

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menegaskan bahwa kunjungan ini menjadi bukti nyata bahwa sistem digitalisasi terintegrasi milik Pertamina kini menjadi referensi utama di sektor energi.


Menurut Baron, dengan gurita bisnis Pertamina yang bergerak dari hulu ke hilir, mulai dari mengebor minyak, mengolah di kilang, hingga mendistribusikannya ke pelosok negeri, pemanfaatan AI bukan lagi sekadar gaya hidup korporasi, melainkan kebutuhan wajib.

Namun, Baron menggarisbawahi bahwa lompatan teknologi canggih ini bukan semata-mata demi memupuk keuntungan bisnis internal Pertamina.

"Penerapan teknologi digital dan AI ini untuk memastikan amanah negara yang diemban Pertamina dapat terlaksana dengan sempurna di masyarakat," ujar Baron dalam keterangannya, Jumat, 5 Juni 2026.

Eks Humas SKK Migas ini merinci, teknologi kecerdasan buatan di Pertamina diterjunkan langsung untuk mengawal empat pilar energi nasional: ketersediaan (Availability), keterjangkauan (Affordability), aksesibilitas (Accessibility), dan keterterimaan (Acceptability) BBM di seluruh wilayah Indonesia.

Secara teknis, Senior Vice President (SVP) Pertamina Digital Hub, Ignatius Sigit Pratopo, membeberkan tiga senjata utama digitalisasi end-to-end yang mereka operasikan, yaitu Digital Factory, Remote Surveillance, dan Tech Orchestration Center.

Lewat program Remote Surveillance, misalnya, Pertamina mampu memantau seluruh pergerakan operasional secara real-time jarak jauh demi mempercepat pengambilan keputusan krusial di lapangan.

"Transformasi digital kami berjalan di seluruh rantai nilai energi, mulai dari hulu, tengah, hingga hilir untuk migas serta energi baru terbarukan," jelas Sigit.

Di tempat yang sama, SVP Business Support PT Medco E&P Indonesia, Iwan Prajogi, mengakui keunggulan sistem tersebut. Ia sepakat bahwa integrasi AI dan machine learning adalah fondasi wajib bagi keberlanjutan bisnis energi jangka panjang.

“AI dan machine learning bukan sekadar proyek teknologi biasa, tetapi bagian dari transformasi bisnis jangka panjang,” aku Iwan.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Prabowo Bertemu Wakil Menteri Perang AS Elbrigde Colby, Bahas Apa?

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:22

Aksi Kocak dan Absurd dalam Film Kung Fu Soccer

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:18

KPK Panggil Pejabat Hingga Pegawai Pemkab Langkat

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:05

Polri Klarifikasi Rutan Bareskrim Disebut jadi Sarang Narkoba

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:01

Legislator Nasdem Minta Negara Kasih Insentif ke Ibu Rumah Tangga

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:56

KPK Panggil Direktur Bank DBS Indonesia di Kasus TPPU Andhi Pramono

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:46

Lawyer Sebut Kasus Pelabuhan Tanjung Perak Sarat Kriminalisasi

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:29

UOB Geser Strategi, Fokus Garap Emerging Affluent dan Kebutuhan Nasabah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:26

Golkar Dukung Wakil Kepala Daerah Tak Dipilih Lewat Pilkada

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:22

24 Persen Penduduk Sumbang 56 Persen Konsumsi, Ekonom Soroti Kelas Menengah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:03

Selengkapnya