Berita

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Dayang (tengah). (Foto: Dokumentasi YGHS)

Politik

Ketum YGHS:

Saatnya Nanik Deyang Bersihkan MBG dari Kebocoran Anggaran

JUMAT, 05 JUNI 2026 | 19:25 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Ketua Umum Yayasan Generasi Hebat Sejahtera (YGHS) sekaligus Ketua Umum ARENAS Prabowo 08, KRAy Intan Dewi Rumbinang, SE.,S.H.,CPLA menyampaikan ucapan selamat kepada Nanik S. Dayang atas amanah baru sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) sekaligus berharap momentum pembenahan total terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Atas nama YGHS, ARENAS Prabowo 08, dan sahabat perjuangan di 98 Resolution Network, kami mengucapkan selamat kepada Ibu Nanik S. Deyang atas amanah sebagai Kepala BGN. Kami berharap kepemimpinan baru ini berani melakukan pembenahan menyeluruh agar Program MBG (Makan Bergizi Gratis) benar-benar menjadi instrumen keadilan sosial bagi rakyat,” ujar KRAy Intan dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Jumat, 5 Juni 2026.

Menurutnya, langkah evaluasi dan moratorium sementara pembangunan dapur baru menunjukkan keberanian pemerintah untuk memperbaiki tata kelola program strategis nasional yang selama ini dinilai terlalu berorientasi pada ekspansi angka dan seremonial.


“Program MBG jangan hanya sibuk mengejar target statistik dan pencitraan administratif, sementara kualitas makanan, distribusi, dan pengawasan justru lemah. Program rakyat tidak boleh dijalankan dengan mental proyek,” tegasnya.

KRAy Intan menilai fokus baru BGN yang mengutamakan kualitas makanan, wilayah 3T, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita merupakan arah kebijakan yang lebih substantif dibanding sekadar memperbesar jumlah penerima.

“Yang dibutuhkan rakyat bukan angka besar di atas kertas, tetapi makanan yang benar-benar layak, sehat, bergizi, dan sampai kepada masyarakat yang paling membutuhkan,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa program dengan anggaran besar seperti MBG sangat rawan dimasuki kepentingan kelompok tertentu apabila tidak dibarengi sistem pengawasan yang kuat.

“Jangan sampai program mulia Presiden Prabowo justru dimanfaatkan oleh oknum pemburu proyek, mafia distribusi, atau pihak-pihak yang mencari keuntungan di atas nama rakyat kecil. Ini yang harus dibersihkan,” tegasnya lagi.

Menurut KRAy Intan, pembenahan MBG harus sejalan dengan semangat Pernyataan Politik 98 Resolution Network pada momentum 28 Tahun Reformasi yang menegaskan bahwa APBN harus menjadi alat perjuangan untuk mensejahterakan rakyat dan menutup kebocoran anggaran negara.

“Semangat reformasi yang kami perjuangkan bukan hanya demokrasi politik, tetapi demokrasi ekonomi. Negara harus hadir memastikan uang rakyat dipakai sebesar-besarnya untuk rakyat, bukan bocor ke praktik pemborosan dan permainan kepentingan,” ungkap dia.

Ia mendukung langkah BGN melakukan evaluasi terhadap ribuan dapur SPPG agar pemerintah dapat memperkuat sistem kontrol, audit, dan standar kualitas pelayanan.

“Lebih baik pemerintah berhenti sejenak untuk memperbaiki sistem daripada memaksakan ekspansi tetapi meninggalkan masalah kualitas makanan, distribusi tidak merata, hingga potensi penyimpangan anggaran,” ucapnya.

KRAy Intan juga menegaskan bahwa kritik terhadap MBG seharusnya diarahkan untuk memperkuat program, bukan melemahkan agenda kesejahteraan rakyat.

“Kami mendukung penuh pembenahan MBG justru agar program ini berhasil. Karena MBG bukan sekadar program makan gratis, tetapi investasi strategis negara untuk menyelamatkan masa depan generasi Indonesia,” tuturnya.

Sebagai bagian dari komunitas 98 Resolution Network, YGHS dan ARENAS Prabowo 08 menyatakan siap mendukung, mengawasi, dan mengawal pelaksanaan Program MBG agar tetap berjalan di jalur konstitusi, efisiensi anggaran, dan keberpihakan kepada rakyat kecil.

“MBG harus menjadi simbol keberanian negara melawan ketimpangan sosial. Bukan proyek elit, bukan panggung pencitraan, tetapi gerakan nyata membangun kualitas bangsa dari meja makan rakyat,” tutup KRAy Intan Dewi Rumbinang.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Kuota Batu Bara Turun, Laba Bisnis Tambang Astra Tergerus 28 Persen

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:33

Denny Indrayana Walk Out dari Sidang Gugatan Ijazah Gibran

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:17

Laba Otomotif Astra Naik 8 Persen

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:13

Maroko Kembangkan Pelabuhan Raksasa Berkapasitas 20 Juta Kontainer

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:11

Lewat Program Pelita, AHY Ajak Warga Manfaatkan Energi Surya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:10

Normalisasi Sungai di Jakarta Dikebut Jelang Musim Hujan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:02

Laba Astra Tergerus 12 Persen, Ini Penyebabnya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:58

Raja Juli Batal Bahas Karhutla di DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:43

Film Laut Bercerita Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:20

BGN Perluas MBG Prasmanan, Sasar 5.000-10.000 Dapur hingga Akhir Tahun

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:19

Selengkapnya