Berita

(Foto: Dok. PLN)

Bisnis

Akhir Era Kegelapan, Noemuke Kini Nikmati Listrik PLN 24 Jam

KAMIS, 04 JUNI 2026 | 13:51 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Bertahun-tahun lamanya, malam di Dusun Noemuke, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur selalu datang bersama kegelapan. 

Saat matahari terbenam di balik perbukitan, aktivitas warga perlahan berhenti. Anak-anak menuntaskan pekerjaan sekolah dengan penerangan seadanya dari lampu pelita, sementara sebagian warga memilih beristirahat lebih awal karena terbatasnya cahaya.

Sejak Mei 2026, melalui Program Listrik Desa (Lisdes), sebanyak 149 kepala keluarga di Dusun Noemuke mulai menikmati listrik PLN selama 24 jam penuh. Program lisdes menjadi wujud nyata hadirnya negara yang membawa harapan baru bagi daerah yang sekian lama terjebak dalam kegelapan. 


Cahaya yang sebelumnya hanya menjadi harapan, kini hadir di setiap rumah, membuka peluang baru bagi masyarakat untuk belajar, bekerja, mengembangkan usaha, dan beraktivitas dengan lebih nyaman.

Mama Maria, seorang ibu rumah tangga di Noemuke, masih mengingat bagaimana setiap malam dirinya harus menyiapkan lampu pelita berbahan bakar minyak tanah agar anak-anaknya bisa belajar.

Bagi Mama Maria, listrik bukan hanya soal lampu yang menyala. Kehadirannya memberi kesempatan lebih besar bagi anak-anak untuk belajar dengan nyaman dan mengejar cita-cita mereka.

Harapan yang sama juga tumbuh di sektor ekonomi masyarakat. Yohanes, pemilik warung kelontong kecil di dusun tersebut, mulai melihat peluang usaha yang sebelumnya sulit diwujudkan.

“Dulu jualan terbatas, barang cepat basi karena tidak ada pendingin. Sekarang ada listrik, saya mau coba beli kulkas kecil. Jadi bisa jual es batu sama minuman dingin untuk warga di dusun. Harapannya ada tambahan penghasilan,” ujarnya.

Sementara Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa setiap rumah yang berhasil dialiri listrik di pelosok negeri memiliki cerita dan harapan yang berbeda. 

Karena itu, kata dia, upaya Pemerintah bersama PLN untuk menghadirkan listrik hingga ke wilayah terpencil tidak semata membangun jaringan listrik, tetapi juga membuka akses masyarakat terhadap peluang yang lebih luas.

“Hadirnya listrik menjadi fondasi untuk mempercepat pemerataan pembangunan, menggerakkan roda perekonomian, menciptakan lapangan kerja, serta membantu mengentaskan kemiskinan,” kata Darmawan dalam keterangan tertulis, Kamis 4 Juni 2026.

Bagi PLN, terang yang kini hadir di Noemuke merupakan hasil dari kolaborasi banyak pihak. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga warga setempat turut mengambil peran agar pembangunan infrastruktur kelistrikan dapat berjalan dengan baik.

Sementara itu General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, mengatakan bahwa upaya menghadirkan listrik ke desa-desa terpencil akan terus dilakukan sebagai bagian dari komitmen PLN mendukung pembangunan daerah.

Eko menambahkan, di balik lampu yang kini menyala di 149 rumah warga, tersimpan perjalanan panjang yang tidak selalu mudah. Kondisi geografis berbukit dan akses yang terbatas membuat pembangunan infrastruktur kelistrikan harus dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi lapangan. 

Untuk menghadirkan listrik ini, PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 1,03 kilometer sirkuit (kms) Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 4,9 kms, serta gardu distribusi berkapasitas 50 kVA.

Kini, ketika malam tiba di Noemuke, pemandangan yang terlihat tidak lagi sama seperti dulu. Dari sebuah dusun yang pernah akrab dengan gelap, Noemuke kini menatap masa depan dengan harapan yang lebih terang.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya