Berita

Sekretaris Umum Badko HMI Sultra, Andi Aswar. (Foto: Dokumentasi Badko HMI Sultra)

Nusantara

Badko HMI Sultra Laporkan Dua Perusahaan Tambang ke Kejagung

RABU, 03 JUNI 2026 | 23:50 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Desakan agar dugaan pelanggaran aktivitas pertambangan dan penggunaan kawasan hutan di Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk diusut tuntas kembali mengemuka. 

Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Sultra resmi melaporkan PT Toshida Indonesia dan PT Vale Indonesia Tbk ke Kejaksaan Agung, Mabes Polri, serta Kementerian Kehutanan pada Rabu, 3 Juni 2026.

Laporan itu berangkat dari investigasi lapangan yang dilakukan pihak Badko HMI Sulteng, di Kabupaten Kolaka. 


Sekretaris Umum Badko HMI Sultra, Andi Aswar, mengatakan tim mereka menemukan sejumlah data lapangan yang dinilai perlu diuji melalui penyelidikan resmi aparat penegak hukum dan kementerian terkait.

“Negara harus hadir memastikan seluruh aktivitas di kawasan hutan maupun wilayah yang telah mengantongi PPKH/IPPKH berjalan sesuai hukum,” kata Andi Aswar dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026.

Menurut dia, salah satu poin utama laporan menyangkut dugaan penggunaan jalur yang berada di dalam kawasan Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan milik PT Vale Indonesia oleh pihak PT Thosida.

Badko HMI meminta aparat memeriksa legalitas penggunaan jalur tersebut, termasuk dasar izin dan hubungan hukum yang melandasinya.

Dalam laporan itu, organisasi mahasiswa tersebut juga mencantumkan dokumentasi lapangan berupa foto, titik koordinat, hingga data pendukung lain. 

Mereka menyoroti aktivitas kendaraan angkutan yang disebut menggunakan atribut PT Toshida Indonesia di jalur yang status penggunaannya masih perlu diverifikasi.

Selain itu, Badko HMI meminta Kejaksaan Agung menelusuri sejumlah persoalan lain yang selama ini menjadi perhatian publik. 

Di antaranya informasi mengenai sanksi administratif yang pernah dijatuhkan pemerintah kepada PT Toshida Indonesia melalui Satgas Penertiban Kawasan Hutan.

“Kami meminta seluruh fakta diuji secara objektif melalui mekanisme hukum. Jika tidak ada pelanggaran, negara harus menjelaskan kepada publik. Tetapi bila ditemukan pelanggaran, penegakan hukum tidak boleh tebang pilih,” ujar Aswar.

Ia menyebut laporan tersebut merupakan bagian dari kontrol publik terhadap tata kelola sumber daya alam di Sulawesi Tenggara. Transparansi dan kepastian hukum, kata dia, menjadi syarat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.

BADKO HMI Sultra menyatakan akan terus mengawal proses laporan tersebut hingga ada tindak lanjut dari aparat penegak hukum dan kementerian terkait. 

Mereka berharap penanganan perkara dilakukan secara profesional dan terbuka agar pengelolaan sektor kehutanan serta pertambangan tidak merugikan kepentingan masyarakat maupun negara.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan terkait laporan tersebut. 

Sebelumnya, Kejaksaan Agung menetapkan pemilik PT Toshida Indonesia atau PT TSHI bernama Laode Sinarwan Oda sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi tata kelola pertambangan nikel di Sulawesi Tenggara periode 2013-2025. Yang bersangkutan ditengarai menyuap Hery Susanto, Ketua Ombudsman Republik Indonesia periode 2026-2031.


Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya