Berita

Penyaluran buku untuk anak-anak di daerah pedalaman Indonesia. (Foto: Dok. PNM)

Nusantara

2.700 Buku Disalurkan untuk Anak-Anak Pedalaman

RABU, 03 JUNI 2026 | 19:03 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Sebanyak 2.700 buku baru disalurkan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) ke 27 sekolah yang tersebar di wilayah pedalaman Indonesia.

Langkah ini diambil sebagai bentuk kolaborasi bersama Kompas Gramedia dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 PNM.

Aksi sosial ini dikemas dalam program RE3forE mengusung pilar Reduce, Re-love, dan Restyle. Program tersebut berfokus pada empat aspek utama, yakni environment (lingkungan), economy (ekonomi), empowerment (pemberdayaan), dan education (pendidikan).


Melalui gerakan ini, seluruh karyawan PNM diajak aktif mengumpulkan buku bacaan berkualitas guna membangun harapan baru bagi anak-anak yang membutuhkan. Hal ini sejalan dengan tema besar HUT tahun ini, yaitu “Bersama di Setiap Langkah, Menemani di Setiap Perjuangan”.

Kehadiran ribuan buku baru tersebut langsung disambut antusias oleh para siswa. Ruang kelas yang biasanya sunyi kini berubah menjadi ruang penuh rasa ingin tahu. Anak-anak tampak berebut membaca kisah petualangan, buku sains, kebudayaan, hingga cerita inspiratif yang selama ini sulit mereka jangkau.

Salah satu pengelola sekolah penerima manfaat di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Mansyur Kulle mengakui bantuan ini memberikan atmosfer baru yang positif bagi anak-anak di daerahnya.

“Anak-anak senang sekali, ramai-ramai langsung membaca buku,” ujar Mansyur Kulle dalam siaran pers PNM, Rabu, 3 Juni 2026.

Dengan adanya pasokan literasi baru ini, suasana belajar mengajar menjadi lebih hidup. Banyak siswa yang memilih bertahan lebih lama di sekolah setelah jam pelajaran usai demi bisa membaca bersama dan saling bertukar cerita.

Melalui kemitraan strategis dengan Kompas Gramedia, PNM berkomitmen tidak hanya menghadirkan tumpukan buku, tetapi juga membuka jendela dunia dan kesempatan bagi anak-anak di pelosok untuk memperluas wawasan serta berani merajut mimpi yang lebih besar.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

8.620 Hektare Lahan Kalsel Terbakar, Pemadaman Terganjal Krisis Air

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:24

BRImo Taiwan Manjakan Diaspora dan PMI Kelola Keuangan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:15

Temuan Bibit Sawit Bongkar Motif Karhutla Bukan Semata karena El Nino

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:52

ISPA dan Rabies Mulai Mengancam Ribuan Pengungsi Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:39

Tolak Demo Berbau Provokasi di DPR, Jaga Jakarta!

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:23

Magang Pengurus KDKMP Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:12

Masa Iddah Politik Calon Ketum PBNU: Bolehkah Perkum Menambah Syarat?

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:06

Menuju Muktamar NU, Nahdliyin Berharap Sejarah 2015 Tak Terulang

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:31

Gebu Minang-Hanura Terbangkan 3,6 Ton Rendang Buat Korban Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:28

Obligasi Sosial Berkelanjutan BRI Raih IDX Channel Anugerah ESG 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya