Berita

Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Dudung Curhat Anggaran KSP Seret, Pernah Rogoh Kocek Pribadi untuk Tugas Dinas

RABU, 03 JUNI 2026 | 14:24 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman mengeluhkan keterbatasan anggaran yang dimiliki Kantor Staf Presiden (KSP). 

Menurutnya, kondisi tersebut kerap menghambat pelaksanaan tugas pengawalan program prioritas pemerintah, bahkan dalam beberapa kesempatan memaksanya menggunakan dana pribadi untuk menutupi kebutuhan perjalanan dinas.

Hal itu disampaikan Dudung saat rapat dengar pendapat dengan Komisi XIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 3 Juni 2026.


Dudung menjelaskan, anggaran perjalanan dinas KSP saat ini hanya sekitar Rp3 miliar per tahun. Anggaran tersebut harus dibagi untuk empat deputi yang ada di lingkungan KSP, sehingga masing-masing hanya memperoleh alokasi sekitar Rp750 juta per tahun.

“Nah saat ini Pak Ketua untuk diketahui penguasa anggaran ini kita masih di bawah Setneg. Jadi saya Rp3 miliar ini dibagilah untuk empat deputi ini Rp750 juta setahun, Pak, bukan satu hari,” kata Dudung.

Ia kemudian menceritakan pengalamannya saat hendak melakukan investigasi terkait persoalan kampung nelayan di Palembang. Saat itu, jadwal keberangkatannya harus diubah karena mendapat panggilan dari Presiden. Namun, perubahan jadwal penerbangan tersebut tidak dapat dibiayai oleh anggaran yang tersedia.

“Saya pernah mau berangkat ke Palembang mau investigasi masalah kampung nelayan. Karena ada perubahan saya dipanggil Presiden, dimundurkan pesawatnya. Kata sekretaris saya, Pak Dudung ini harus uang pribadi karena di datanya, di anggarannya cuma segini,” ujarnya.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu mengaku kondisi tersebut menjadi pengalaman yang belum pernah ia alami selama puluhan tahun berkarier di TNI. Menurutnya, keterbatasan anggaran yang dihadapi KSP sangat berbeda dengan dukungan yang diterima institusi lain yang pernah dipimpinnya.

“Ah itu saya pernah jadi Dandim, pernah jadi sampai ke Kasad, baru kali ini nih kita betul-betul bottlenecking tuh,” katanya.

Dudung menilai salah satu penyebab terbatasnya anggaran KSP adalah karena pengelolaannya masih berada di bawah Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg). Padahal, KSP kerap mendapat tugas untuk menangani berbagai persoalan strategis lintas kementerian, pemerintah daerah, hingga badan usaha milik negara (BUMN).

Karena itu, ia berharap KSP dapat memiliki skema penganggaran yang lebih mandiri agar pelaksanaan tugas dan fungsi lembaga tersebut dapat berjalan lebih optimal.

“Artinya perlu anggaran Pak, perlu anggaran. Mudah-mudahan Pak Ketua nanti bisa menjembatani kami,” pungkasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya