Berita

Juribicara Partai Gerindra, Bahtra Banong. (Foto: RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Gerindra: Diplomasi Presiden Tak Cukup Lewat Zoom dan Telepon

RABU, 03 JUNI 2026 | 09:51 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Partai Gerindra menilai usulan mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, terkait pelaksanaan diplomasi Presiden melalui Zoom atau telepon tidak sepenuhnya efektif, terutama untuk agenda-agenda strategis antarnegara.

Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong, mengatakan pandangan dan kritik Dino merupakan hal yang wajar dalam iklim demokrasi sebagai bagian dari mekanisme kontrol publik terhadap pemerintah.

"Namun, diplomasi Presiden tidak bisa digantikan Zoom atau telepon. Kami kurang sependapat jika diplomasi tingkat kepala negara disederhanakan menjadi cukup melalui Zoom atau telepon," ujar Bahtra kepada RMOL, Rabu 3 Juni 2026. 


Menurut Bahtra, hubungan antarnegara dibangun melalui kepercayaan, komunikasi langsung, dan negosiasi strategis yang dalam banyak kasus lebih efektif dilakukan melalui pertemuan tatap muka antar pemimpin negara.

Meski demikian, ia mengakui bahwa komunikasi dengan kepala negara sahabat juga kerap dilakukan secara daring untuk kepentingan tertentu.

"Selama ini, komunikasi dengan kepala negara sahabat, ada juga yang dilakukan secara online," katanya.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI itu juga menekankan pentingnya kehadiran langsung Presiden dalam diplomasi ekonomi. Menurutnya, kehadiran kepala negara sering kali menjadi faktor penentu dalam membangun kepercayaan investor dan mempercepat tercapainya kesepakatan strategis.

"Investor global tidak hanya melihat proposal bisnis, tetapi juga komitmen dan keseriusan pemimpin negara yang menawarkan kerja sama. Sebagaimana dalam dunia bisnis, untuk negosiasi yang sangat strategis, kehadiran pimpinan perusahaan dibutuhkan untuk kelancaran negosiasi," pungkas Bahtra.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Iran Ancam Gunakan Segala Cara untuk Hadapi Agresi AS

Minggu, 02 Agustus 2026 | 16:01

Serangan Israel Luluhlantakkan Gudang Obat Rumah Sakit Gaza

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:25

GP Al-Washliyah Dukung Kapolri Jadikan Semangat Hoegeng Budaya Kerja Polri

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:12

Kemensos Terbitkan Kartu Penyandang Disabilitas Virtual

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:04

PM Thailand Dijadwalkan Kunjungi Indonesia pada 3-4 Agustus

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:45

Bea Cukai Bongkar Dua Kontainer Berisi 7,8 Juta Batang Rokok Ilegal di Sulsel

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:43

BRI Peduli Bantu Peternak Sapi Perah Malang Naik Kelas Lewat Klaster Unggulan

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:33

AS Terapkan Deposit Visa untuk 50 Negara hingga Rp360 Juta

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:22

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Berawal dari Keresahan, Rabundo Tembus Pasar Nasional Berkat Pendampingan BRI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:03

Selengkapnya