Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Emas Dunia Bergerak di Level 4.486 Dolar AS jelang Rilis Data Ketenagakerjaan

RABU, 03 JUNI 2026 | 07:18 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas bergerak relatif stabil setelah sempat anjlok 2 persen pada sesi sebelumnya. 

Pelaku pasar saat ini cenderung menahan diri sembari mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah dan menanti rilis data ekonomi penting Amerika Serikat yang akan menjadi petunjuk arah kebijakan moneter Federal Reserve. 

Di pasar spot, emas bergerak mendatar di level 4.486,32 Dolar AS per ons, sementara emas berjangka AS untuk kontrak pengiriman Agustus ditutup menguat tipis 0,3 persen ke posisi 4.519,90 Dolar AS per ons.


Pergerakan positif juga diikuti oleh komoditas logam mulia lainnya, di mana perak spot naik ke 75,17 Dolar AS, platinum menguat ke 1.933,07 Dolar AS dan paladium bertambah ke level 1.370,16 Dolar AS per ons.

Beberapa analis menilai bahwa pasar emas saat ini masih kehilangan arah yang jelas karena sangat bergantung pada pergerakan harga minyak, imbal hasil obligasi, dan nilai tukar Dolar AS. 

Tren penguatan diperkirakan baru akan terbentuk jika momentum minat beli investor mulai pulih. 

Fokus pasar sendiri tertuju pada dinamika hubungan AS dan Iran terkait peninjauan proposal penghentian perang. Di sisi lain, konflik ini telah memicu lonjakan harga energi yang memperkuat kekhawatiran inflasi. 

Untuk membaca arah kebijakan suku bunga ke depan, investor kini mengantisipasi rilis data ketenagakerjaan AS versi ADP pada Rabu besok dan laporan resmi pemerintah pada Jumat. Data ini sangat diantisipasi setelah laporan April menunjukkan anomali, di mana jumlah lowongan pekerjaan meningkat namun aktivitas perekrutan justru melambat akibat ketidakpastian ekonomi. 

Di sisi proyeksi, Commerzbank memutuskan untuk memangkas target harga emas akhir tahun ini dari 5.000 Dolar AS menjadi 4.800 Dolar AS per ons, serta sedikit menurunkan prospek perak karena melemahnya permintaan industri.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya