Berita

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Penyusunan dan Evaluasi Instrumen HAM Kementerian HAM, Sofia Alatas (berdiri sebelah kiri), dalam Lokakarya dan Konsultasi Publik Bersama Media, di Bandung, Jawa Barat, Selasa, 2 Juni 2026. (Foto: RMOL/Ahmad Satryo)

Hukum

Pemerintah Dorong Finalisasi Draf Perpres Kepatuhan Bisnis dan HAM

SELASA, 02 JUNI 2026 | 22:36 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) tengah memfinalisasi penyusunan draf Peraturan Presiden (Perpres) baru, yang terkait dengan penyelenggaraan bisnis yang mematuhi prinsip-prinsip HAM.

Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Penyusunan dan Evaluasi Instrumen HAM Kementerian HAM, Sofia Alatas dalam Lokakarya dan Konsultasi Publik Bersama Media, di Bandung, Jawa Barat, Selasa, 2 Juni 2026.

"Ini sebetulnya terusan dari Perpres 60 yang sudah berakhir di 2025 kemarin," ujar Sofi.


Dia menjelaskan, dalam Perpres 60/2023 adalah regulasi yang menetapkan Strategi Nasional Bisnis dan Hak Asasi Manusia (Stranas BHAM) di Indonesia, namun berfokus pada kementerian dan lembaga (K/L) pemerintahan.

"Perpres sebelumnya itu, kami menyasarnya kepada pemerintah, kepada Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah. Tapi untuk Perpres yang ini (masih dalam bentuk draf), kita memang menyasar langsung kepada pelaku usaha," jelas dia.

Sofi menegaskan, Kementerian HAM telah melibatkan berbagai pihak baik dari K/L pemerintahan maupun kelompok masyarakat dan kelompok bisnis, untuk mendapat materiil regulasi yang mumpuni.

"Posisinya sekarang kita akan siapkan untuk harmonisasi. Karena kita sudah cukup lama mempersiapkan Perpres ini, dan diskusinya cukup panjang," tuturnya.

Lebih lanjut, Sofi juga menegaskan masukan dari insan media juga tidak kalah pentingnya, untuk memastikan kebijakan yang akan dikeluarkan Presiden Prabowo Subianto nantinya dapat menjadi solusi.

Khususnya, kata dia, untuk menggenjot investasi di dalam negeri yang juga berdampak pada capain pelaku-pelaku usaha, dan pada akhirnya masyarakat juga merasakan dampak positif dalam hal perekonomian.

"Kenapa? Karena kita memang perlu masukkan dari masyarakat sipil. Bapak dan Ibu selaku dari wartawan atau media, saya pikir juga melihat apa yang terjadi di lingkungan kita selama ini," demikian Sofi menambahkan.

Kegiatan Lokakarya ini diselenggarakan Kementerian HAM dengan bekerjasama dengan United Nations Development Programme (Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa/PBB).


Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya