Berita

Bekas Presiden Joko Widodo. (Foto: Istimewa)

Politik

Keputusan Jokowi Cawe-cawe PSI Kurang Tepat

SELASA, 02 JUNI 2026 | 00:11 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Meski Pemilu masih sekitar tiga tahun lagi, tapi sudah bisa diambil kesimpulan awal bahwa keputusan bekas Presiden Joko Widodo alias Jokowi tidak mendirikan partai baru dan lebih memilih membesarkan PSI, ternyata kurang tepat.

Demikian pendapat Direktur ABC Riset & Consulting Erizal, dikutip Selasa 2 Juni 2026.

Pertama, tidak mudah mengubah citra partai yang sudah ada ketimbang membuat citra partai baru. Bahkan, tidak saja tidak mudah, tapi juga rentan terjadi konflik di antara orang lama dan orang baru.


Kedua, meski diisi oleh orang-orang baru, tapi yang namanya kebaruan itu sendiri sulit diperoleh. Kalau tak ada kebaruan, maka lompatan besar juga akan sulit dilakukan. Makanya, elektabilitas PSI stagnan.

"Ketiga, terbukti sudah bahwa pengumuman Jokowi bekerja mati-matian buat memenangkan PSI, sama sekali tak wujud dalam elektabilitas secara massif," kata Erizal.

Keempat, hampir setahun Jokowi ber-PSI, belum bisa menyatukan relawan ke dalam struktur inti PSI. Bahkan, sempat terjadi silang pendapat pula antara relawan dan PSI. Penyatuan itu terlihat tak mudah.

Kelima, keputusan Jokowi memenangkan PSI sempat membuat relawan seperti Projo galau. Bahkan, sempat pula hendak pindah secara massal ke Gerindra, tapi ternyata belum kesampaian juga.

"Intinya lebih mudah terlihat membesarkan partai yang sama sekali baru ketimbang partai yang sudah ada seperti PSI, yang citranya sudah terlalu kuat sejak didirikan dulu," pungkas Erizal.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Kabakom Sebut Kebijakan Ekonomi Prabowo Makin Inklusif, Upah Buruh Naik

Jumat, 23 Oktober 2026 | 18:20

B50 jadi Andalan Presiden Prabowo Wujudkan Kemandirian Energi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:44

Antusiasme Tinggi, Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Diperpanjang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:26

Masuk PSN, Agrinas Palma Siapkan Model Pengelolaan Sawit Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:20

IHSG Parkir Zona Hijau, Rupiah Nyaris Tembus Rp18.100 per Dolar AS

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:54

Kreativitas Jadi Kunci Koperasi Bertahan dan Berkembang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:41

Menkeu Pastikan Gaji ASN Tak Lewat Kopdes

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:34

Bahlil Dikejar Deadline DIM RUU Migas

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:32

Konser Andrea Bocelli dan Peluang Indonesia Perkuat Diplomasi Budaya

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:23

AsetKu Dukung Literasi Keuangan Bersama AFPI di Jakarta Financial Festival 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:06

Selengkapnya