Berita

Seskab Teddy Indra Wijaya (Foto: YouTube Sekretariat Kabinet)

Politik

Seskab Jawab Kritikan Dino soal Frekuensi Lawatan Luar Negeri Prabowo

SENIN, 01 JUNI 2026 | 20:55 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menanggapi sejumlah kritik yang dilontarkan diplomat senior Dino Patti Djalal terkait frekuensi lawatan luar negeri Presiden Prabowo Subianto dalam satu setengah tahun terakhir. 

Dalam unggahan video di akun Instagram resmi @sekretariat.kabinet, Selasa, 1 Juni 3026, Teddy terlebih dahulu menyampaikan apresiasinya atas masukan yang diberikan Dino.

Terkait anggaran lawatan luar negeri, Teddy menegaskan bahwa seluruh kelebihan biaya yang melampaui alokasi negara ditanggung secara pribadi oleh Presiden Prabowo. 


Dia juga menyebut jumlah rombongan yang menyertai kepala negara telah dikurangi secara signifikan, bahkan lebih dari separuh dibandingkan pemerintahan sebelumnya.

"Jadi kalau dulu, itu sekali ke luar negeri bisa lebih dari 120 orang. Zaman Pak Dino seperti itu. Nah, zaman Presiden Prabowo jumlahnya antara 50 sampai 60 orang maksimal," ungkapnya. 

Teddy menilai tidak semua agenda kunjungan luar negeri dapat direncanakan jauh-jauh hari seperti yang diusulkan Dino. 

Dalam kondisi dunia yang diwarnai konflik dan ketidakpastian, Presiden Prabowo dinilai perlu membangun kedekatan dengan para pemimpin negara sahabat sebagai bagian dari strategi diplomasi Indonesia.

"Jadi setiap pemimpin tentunya harus bangun hubungan yang dekat antar pemimpin dunia. Dan kita tidak bisa hanya mengandalkan saat krisis baru kita minta bantuan. Tidak, kita harus panen hubungan yang baik," paparnya.

Lebih jauh, Teddy menolak anggapan bahwa kunjungan luar negeri Presiden hanya bertujuan menampilkan kemegahan protokoler.

Dia kemudian memaparkan sejumlah capaian yang diklaim lahir dari diplomasi aktif Presiden Prabowo, antara lain bergabungnya Indonesia ke BRICS, tercapainya kesepakatan tarif nol persen dengan Uni Eropa, masuknya investasi sekitar Rp2.430 triliun, hingga tambahan investasi senilai Rp575 triliun setelah kunjungan Presiden ke Jepang dan Korea Selatan. 

Selain itu, diplomasi Indonesia juga disebut berkontribusi pada penguatan pertahanan, kelancaran penyelenggaraan haji, bantuan kemanusiaan bagi Palestina, serta perlindungan warga negara Indonesia di luar negeri.

Menanggapi kritik Dino terkait tidak dilakukannya sejumlah pertemuan bilateral dengan kepala negara di sela forum internasional, Teddy menegaskan bahwa prioritas dan urgensi setiap pertemuan ditentukan langsung oleh Presiden berdasarkan pertimbangan serta masukan dari Menteri Luar Negeri.

"Mana pertemuan yang bisa langsung ataupun cukup menggunakan telepon. Mana pertemuan yang perlu diberitakan, mana yang tidak diberitakan. Dan saya rasa semua diplomat hebat tahu itu. Jadi kurang elok rasanya kalau itu masih dipermasalahkan," jawab Teddy. 

Di akhir penjelasannya, Teddy menegaskan pemerintah terbuka terhadap berbagai kritik dan masukan. Tetapi berharap diskusi mengenai diplomasi luar negeri tidak mengabaikan capaian yang telah diraih. 

"Jadi ruang untuk setiap masukan tentu kita terima. Tapi jangan sampai kita mengaburkan fakta tentang semua hasil yang telah kita capai. Saya rasa itu," pungkasnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

Pasar Minyak Wait and See Situasi Terkini Hormuz

Selasa, 02 Juni 2026 | 10:14

Kedekatan dengan Megawati Menguntungkan Pemerintahan Prabowo

Selasa, 02 Juni 2026 | 10:04

Telur Jatuh di Bawah Harga Impas, BGN Turun Tangan

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:51

Kebakaran Hebat di Kemayoran Ludeskan 250 Rumah

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:38

Video Parade ALF di Perbatasan Aljazair Jadi Sorotan Internasional

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:32

Anies Angkat Topi untuk Dino Patti Djalal: Bukan Diplomat Karbitan

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:31

IHSG Loncat 1,35 Persen, Rupiah Tertekan Pagi Ini di Rp17.888 per Dolar AS

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:26

Iran Ancam Hentikan Negosiasi Jika Israel Terus Serang Lebanon

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:09

Wildan Hakim: Gandengan Tangan Prabowo dan Megawati Peristiwa yang Natural

Selasa, 02 Juni 2026 | 08:58

GREAT Institute: Shangri-La Dialogue Krusial untuk Navigasi Ketidakpastian Geopolitik

Selasa, 02 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya