Berita

Halaqoh Kiai Muda NU. (Foto: istimewa)

Politik

Kiai Muda NU Konsolidasikan Gerakan Moral dari Solo Raya Jelang Muktamar

SENIN, 01 JUNI 2026 | 15:02 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), sejumlah kiai muda, pengasuh pesantren, akademisi, dan intelektual nahdliyin dari Solo Raya akan menggelar Halaqoh Kiai Muda NU dengan tema “Meneguhkan Supremasi Moral dan Kepemimpinan Ulama dalam Dinamika NU Kontemporer” pada Selasa, 2 Juni 2026, di Pondok Pesantren Al-Mustofa, Ngeboran, Sawit, Boyolali.

Ketua Panitia, Gus Fawwaz, menjelaskan pemilihan Solo Raya sebagai lokasi penyelenggaraan bukan tanpa alasan. Wilayah ini memiliki jejak sejarah penting dalam perjalanan panjang Nahdlatul Ulama, khususnya dalam menjaga keseimbangan antara khidmah keumatan dan relasi organisasi dengan kekuasaan.

“Solo menyimpan memori kolektif yang sangat kuat dalam sejarah NU. Di kawasan inilah para ulama pernah merumuskan berbagai sikap strategis untuk menjaga marwah jam’iyah. Karena itu, kami memandang Solo Raya sebagai tempat yang tepat untuk menghidupkan kembali tradisi musyawarah, kritik konstruktif, dan konsolidasi pemikiran menjelang Muktamar ke-35,” ujar Gus Fawwaz di Boyolali, Senin, 1 Juni 2026.


Menurutnya, forum ini lahir dari kegelisahan yang berkembang di kalangan warga nahdliyin akar rumput terhadap berbagai dinamika organisasi yang dinilai berpotensi menggeser peran sentral ulama sebagai penjaga arah moral jam’iyah.

“Kami melihat semakin banyak pertanyaan yang muncul dari warga nahdliyin mengenai posisi ulama, independensi organisasi, dan fungsi Syuriyah sebagai pemegang otoritas moral tertinggi. Halaqoh ini bukan forum untuk menyerang siapa pun, melainkan ruang muhasabah bersama agar NU tetap berada di jalur perjuangan para muassis,” tegasnya.

Gus Fawwaz menekankan bahwa kritik yang disampaikan dalam forum tersebut berangkat dari rasa cinta kepada organisasi, bukan dari semangat permusuhan.

“NU terlalu besar dan terlalu berharga untuk hanya dipandang dalam perspektif perebutan pengaruh dan kepentingan politik sesaat. Para pendiri mewariskan NU sebagai wadah perjuangan umat, sehingga marwah dan independensinya harus terus dijaga oleh seluruh elemen jam’iyah,” lanjutnya.

Forum halaqoh ini direncanakan dihadiri sekitar 100 peserta yang terdiri atas pengasuh pesantren, kiai muda, akademisi, aktivis, dan tokoh penggerak nahdliyin dari berbagai daerah di Solo Raya.

Diskusi akan menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Prof. Musahadi, Rektor UIN Semarang, serta Ahmad Baso, penulis dan intelektual NU. Sementara Gus Mustafid (Mlangi) didapuk menjadi moderator.

Gus Fawwaz berharap halaqoh ini dapat menjadi ruang konsolidasi pemikiran yang sehat dan bermartabat untuk memperkuat kembali peran ulama dalam kehidupan organisasi.

“Sejarah menunjukkan bahwa ketika ulama berani menyampaikan pandangan dan menjaga independensi moralnya, NU selalu mampu menemukan jalan terbaik bagi umat. Semangat itulah yang ingin kami hidupkan kembali dari Solo Raya menjelang Muktamar ke-35,” pungkasnya. 


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Tiga Tantangan Utama Ekonomi Global Menurut IMF: Energi, Utang, dan Teknologi AI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:10

Tiga Indeks Wall Street Melemah, Dow Jones Turun 0,66 Persen

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:46

Harga Logam Mulia Redup Disengat Dolar AS dan Kenaikan Imbal Hasil

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:34

Mantan Ibu Negara Sri Lanka Ditangkap, Terseret Dugaan Penyalahgunaan Dana Donasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:16

Bursa Eropa Berguguran Disengat Lonjakan Minyak dan Obligasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:02

Baznas Perkuat Ekosistem Digital Fundraising

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:51

PDIP Didorong Galang Kekuatan Politik di DPR terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:25

Pilpres 2029 Lampu Kuning untuk Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:01

Pakpok Putusan MK

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:33

Pramono Larang PMI Pungut Iuran ke ASN DKI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:21

Selengkapnya