Berita

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Budi Prasetyo (Foto: RMOL)

Hukum

KPK Dalami Dugaan Setoran untuk Oknum Bea Cukai

Penyidikan Kasus Impor Berpotensi Meluas
SENIN, 01 JUNI 2026 | 05:49 WIB | LAPORAN: ABDUL ROUF ADE SEGUN

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan perkara dugaan suap dan gratifikasi terkait importasi barang di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Terbaru, penyidik mendalami temuan dugaan pemberian kepada oknum Bea Cukai yang berkaitan dengan pengurusan bea masuk barang impor. Pendalaman dilakukan melalui pemeriksaan sejumlah saksi dalam perkara tersebut.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan, pemeriksaan saksi dilakukan untuk mengonfirmasi sejumlah temuan yang diperoleh penyidik saat penggeledahan sebelumnya di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.


“Pemeriksaan para saksi untuk menerangkan kontainer yang diamankan dalam penggeledahan sebelumnya di Tanjung Emas, Semarang,” kata Budi kepada RMOL, Sabtu 31 Mei 2026.

Selain itu, penyidik juga mendalami keterangan salah satu saksi berinisial Heri Black (HB) terkait dugaan pemberian kepada oknum pejabat Bea Cukai.

“Penyidik mendalami temuan soal dugaan adanya pemberian kepada oknum di Bea Cukai kaitannya dalam pengurusan bea masuk barang impor,” ujar Budi.

Sebelumnya, KPK mengindikasikan perkara tersebut belum berhenti pada kasus yang saat ini telah bergulir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat. 

Menurut Budi, penyidik tengah mendalami dugaan pemberian berbagai fasilitas oleh pengusaha importir kepada pejabat DJBC, termasuk kemungkinan adanya fasilitas berupa kendaraan dari PT BR Cargo kepada oknum Bea Cukai.

“Ada dugaan pemberian fasilitas oleh pengusaha importir kepada pihak di Ditjen Bea dan Cukai,” ujar Budi, Jumat 29 Mei 2026.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan tujuh tersangka. Enam di antaranya terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada 4 Februari 2026, yakni mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC Rizal, Kepala Subdirektorat Intelijen DJBC Sisprian Subiaksono, Kepala Seksi Intelijen DJBC Orlando Hamonangan, serta tiga petinggi PT BR Cargo, yakni John Field, Andri, dan Dedy Kurniawan Sukolo.

Para terdakwa dari pihak PT BR Cargo saat ini tengah menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Jaksa Penuntut Umum mendakwa para terdakwa telah memberikan suap senilai Rp63,1 miliar kepada sejumlah oknum Bea Cukai dalam bentuk uang, fasilitas hiburan, hingga barang mewah.

Menurut surat dakwaan, pemberian tersebut dilakukan sejak Juli 2025 hingga Januari 2026 dengan tujuan memperlancar proses importasi barang milik PT BR Cargo agar lolos dari pengawasan kepabeanan.

Dalam pengembangan perkara, KPK juga telah menetapkan Kepala Seksi Intelijen Cukai Penindakan dan Penyidikan DJBC, Budiman Bayu Pratama, sebagai tersangka pada 26 Februari 2026. Ia diduga menerima dan mengelola dana dari pengusaha barang kena cukai dan importir sejak November 2024.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

DPR Minta Pemerintah Perkuat Insfrastruktur Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:28

Obligasi Global Perdana Danantara Laris

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:13

Legislator PDIP Ini Janji Perjuangkan Alsintan

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:57

Pengurangan Angka Pelanggaran Jadi Indikator Keberhasilan Operasi Patuh Jaya 2026

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:44

KNMP Potensi Menjawab Kebutuhan Nelayan Kecil

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:30

Sinopsis dan Kisah Kelam Clayface, Musuh Ikonik Batman

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:19

Pemakzulan Gibran Harus Lewat Jalur Konstitusi, Bukan cuma Tekanan Politik

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15

Jelang Pemilu, Oposisi Israel Klaim Netanyahu Tak Layak Pimpin Negara

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:58

Pemerintah Siapkan Skema Baru Pengadaan Energi, Negara Bakal Deal Langsung dengan Pemasok

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:57

KPU Perlu Fokus Benahi Pemilu 2029

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:53

Selengkapnya