Berita

Ilustrasi Lampion Waisak (Sumber: Gemini Generated Image)

Nusantara

Makna Filosofi Lampion Waisak 2026, Simbol Pencerahan, Harapan, dan Kedamaian

SABTU, 30 MEI 2026 | 11:58 WIB | OLEH: TIFANI

Umat Budha akan memperingati Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 Buddhis Era (BE) pada Minggu (31/05/2026). Hari raya suci ini merupakan salah satu perayaan penting yang diperingati dengan berbagai tradisi penuh makna, salah satunya adalah pelepasan lampion.

Lampion yang diterbangkan ke langit pada malam Waisak bukan sekadar hiasan atau ritual semata, melainkan sarat dengan filosofi dan simbolisme yang mendalam. Lantas apa makna lampion di Hari Raya Waisak, dan bagaimana tradisi perayaan Waisak dilaksanakan?

Filosofi Lampion di Hari Raya Waisak


Acara pelepasan lampion menjadi salah satu rangkaian Hari Raya Waisak yang dinantikan banyak orang. Tak hanya umat Buddha, wisatawan lokal maupun manca negara sangat diminati setiap tahunnya.

Mengutip Jurnal Wisata Religi sebagai Tradisi Masyarakat Buddha (2023) karya Gebri Margaretha Verbauli Hutagalung dan kawan-kawan, menyalakan lampu melambangkan penerangan bagi kehidupan seseorang. Lampion melambangkan pencerahan batin, sebuah momen ketika Buddha Gautama mencapai pemahaman hakiki tentang hidup dan mengakhiri penderitaan.

Cahaya lampion perlambangan terang yang menuntun manusia keluar dari kegalapan batin menuju kebijaksanaan dan kedamaian. Pelapasan lampion memiliki makna mendalam sebagai simbol harapan umat Buddha kepada Tuhan dan alam semesta. 

Lampion yang diterbangkan ke langit adalah lambang wujud doa dan harapan kedamaian, kebahagiaan, dan pencerahan sejati agar tercapai kepada seluruh makhluk hidup. Lampion Waisak juga menjadi simbol kepedulian, harapan, dan doa agar kebaikan serta cinta kasih menjangkau seluruh penjuru dunia.

Pelepasan lampion juga dimaknai sebagai bentuk melepaskan emosi dan pikiran negatif seperti kemarahan dan keserakahan, sekaligus penghormatan kepada Sang Buddha atas ajaran dan bimbingannya.

Rangkaian Festival Lampion Waisak di Borobudur

Festival lampion menjadi salah satu momen paling ditunggu dalam rangkaian perayaan Tri Suci Waisak di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, yang akan digelar Minggu (31/5/2026). Tradisi menerbangkan lampion setiap perayaan Waisak ini selalu menyedot perhatian masyarakat, termasuk wisatawan.

Selain menjadi bagian dari prosesi keagamaan umat Buddha, acara tersebut juga menjadi momen bagi pengunjung untuk mengabadikan pengalaman melalui foto maupun video. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti festival lampion Waisak 2026 di Borobudur, panitia telah merilis jadwal lengkap rangkaian kegiatan lewat akun Instagram resmi @borobudurpark.

Rangkaian festival lampion dimulai pada Minggu (31/5/2026) pukul 09.00 WIB hingga 19.00 WIB dengan penukaran tiket festival lampion. Setelah itu, prosesi Waisak dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur dijadwalkan berlangsung pukul 10.00 WIB sampai 11.00 WIB.

Kemudian, prosesi Waisak di Taman Kenari Zona 1 berlangsung mulai pukul 11.30 WIB hingga 17.20 WIB. Pengunjung bisa mulai masuk area atau open gate pada pukul 16.30 WIB sampai 17.30 WIB untuk sesi festival lampion pertama.

Selanjutnya, pelaksanaan sesi pertama festival lampion digelar pukul 17.30 WIB hingga 19.30 WIB di Lapangan Marga Utama dan Lumbini. Panitia juga menjadwalkan Dharmasanti atau Seremonial Waisak 2570 BE tahun 2026 pada pukul 19.30 WIB sampai 22.00 WIB di Taman Lumbini, Candi Borobudur.

Sementara itu, open gate festival lampion sesi kedua dibuka pukul 20.30 WIB hingga 21.30 WIB. Adapun pelaksanaan sesi kedua festival lampion berlangsung pukul 21.30 WIB sampai 23.00 WIB di Lapangan Marga Utama dan Lumbini.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya