Berita

Ilustrasi. (Foto: SPPG Cijayanti Bogor)

Nusantara

Pakar: MBG Atasi Stunting Sekaligus Penggerak Ekonomi Daerah

SABTU, 30 MEI 2026 | 07:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terbukti membawa dampak masif bagi jutaan anak Indonesia. Tidak sekadar menjadi solusi pemenuhan gizi di sekolah, program ini dirancang strategis oleh pemerintah untuk mengurai permasalahan struktural ekonomi keluarga rentan yang berimbas pada stunting. 

Ahli Gizi IPB Lesda Lybaws, menkankan bahwa MBG adalah wujud nyata investasi jangka panjang negara yang langsung menyentuh akar permasalahan di masyarakat. 

“Masalah stunting di Indonesia layaknya fenomena gunung es yang memiliki akar multidimensional mulai dari, asupan makan, ekonomi (keluarga), hingga buruknya sanitasi yang memicu infeksi berulang pada anak,” ujarnya dalam keterangan yang dikutip redaksi di Jakarta, Sabtu 30 Mei 2026.


Kini, program MBG tidak hanya menyasar anak usia sekolah, namun juga telah mencakup sasaran 3B, yakni Balita, Ibu Menyusui (Busui), dan Ibu Hamil (Bumil) guna menyasar periode emas 1.000 Hari Pertama Kehidupan.

Di balik narasi pemenuhan nutrisi, MBG juga hadir sebagai jembatan untuk mengatasi kerentanan ekonomi. 

Direktur Pengendalian Kerawanan Pangan Bapanas, Tri Nuryanti, mengatakan masih ada 81 kabupaten/kota rentan rawan pangan. Di daerah tersebut, keluarga prasejahtera harus menghabiskan hingga 65 persen pendapatan untuk pangan. Kehadiran MBG dinilai mampu meringankan beban pengeluaran sehingga sisa pendapatan bisa dialihkan untuk pendidikan dan kesehatan.

Lesda menambahkan, untuk menjaga kualitasnya, program MBG terus dikawal ketat agar tata kelola sistem pangannya terukur, aman, dan memberdayakan. 

Ia pun  mengapresiasi langkah pemerintah yang semakin fokus pada kejelasan Standard Operating Procedure (SOP) teknis di dapur umum untuk memitigasi risiko insiden keamanan pangan. 

"Prinsip dasar kita, makanan yang didistribusikan harus terjamin halal, aman, dan memberikan outcome yang baik. Evaluasi yang terus berjalan saat ini membuat program MBG semakin matang dan sempurna," tambahnya.

Sebagai contoh misalnya, di Gorontalo, Sulawesi Utara, operasional 117 Satuan Pelayanan Gizi (SPPG) diawasi secara ketat. Badan Gizi Nasional (BGN) tak segan membekukan operasional dapur yang melanggar standar, baik terkait pengelolaan air limbah (IPAL) maupun kualitas kelayakan bahan baku. 

Koordinator SPPG Provinsi Gorontalo, Zulkifli Taluhumala, menegaskan pihaknya pernah langsung menutup sebuah dapur karena mendapati roti yang agak berjamur. Zulkifli menambahkan bahwa setiap kekurangan di lapangan dijadikan pembelajaran dan evaluasi agar pelayanan menjadi jauh lebih baik demi penyempurnaan program ke depan. 

Selain itu, demi menjaga kesegaran hidangan, radius distribusi dari dapur dibatasi maksimal 5 kilometer. 

Ekosistem MBG pun kini diintegrasikan dengan petani lokal dan UMKM, di mana menu disesuaikan dengan pangan lokal serta diuji bebas pestisida oleh Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD). 

Di Kabupaten Gorontalo sendiri, dapur MBG mulai aktif menyerap jagung lokal dan menggandeng Dinas Perikanan untuk menyuplai ikan tuna fillet tangkapan nelayan. Sinergi lintas sektor inilah yang memastikan MBG tidak hanya menutrisi anak bangsa, tetapi juga membangun kemandirian pangan, menggerakkan ekonomi daerah, dan mencetak Generasi Emas 2045.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Wall Street Merah Sambut Keputusan The Fed

Kamis, 30 Juli 2026 | 08:21

Piutang Pajak Tidak Tertagih Tembus Rp47,4 Triliun di Akhir 2025

Kamis, 30 Juli 2026 | 08:02

Perpres Baru Bakal Jadi Landasan Utama Tata Kelola Distribusi LPG 3 Kg

Kamis, 30 Juli 2026 | 07:45

AS Jatuhkan Sanksi Baru ke Jaringan IRGC di Selat Hormuz

Kamis, 30 Juli 2026 | 07:30

The Fed Tahan Suku Bunga di 3,5-3,75 Persen

Kamis, 30 Juli 2026 | 07:16

Bursa Eropa Melemah, Sektor Barang Mewah Seret Pergerakan Pasar

Kamis, 30 Juli 2026 | 06:59

AMG Jadi Rujukan Pemakaman Muslim Modern Pertama di Indonesia

Kamis, 30 Juli 2026 | 06:54

MUI Segera Bawa Naskah RUU Anti-LGSP ke DPR dan Pemerintah

Kamis, 30 Juli 2026 | 06:28

Pembakar Rumah Hakim PN Medan Divonis 6 Tahun Penjara

Kamis, 30 Juli 2026 | 06:13

Operator Jangan Bebankan Biaya Tambahan Pasca Putusan MK

Kamis, 30 Juli 2026 | 05:43

Selengkapnya