Berita

Pernyataan Kemenlu Iran terkait ancaman AS terhadap Oman (Akun X @IRIMFA_AR)

Dunia

Iran Kecam Ancaman AS terhadap Oman

SABTU, 30 MEI 2026 | 07:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Iran mengecam keras pernyataan sejumlah pejabat Amerika Serikat yang dinilai mengancam Oman di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. 

Kecaman itu disampaikan melalui unggahan resmi Kementerian Luar Negeri Iran @IRIMFA_AR di media sosial X pada Jumat, 29 Mei 2026.

Dalam pernyataannya, juru bicara Kementerianlu Iran menyoroti ancaman dari Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, yang disebut akan menjatuhkan sanksi terhadap Oman. Teheran menilai pernyataan tersebut merupakan bentuk tekanan politik yang tidak dapat diterima dan berpotensi mengganggu stabilitas kawasan.


Iran juga menyinggung adanya pernyataan lain dari pejabat AS sebelumnya yang dianggap mengandung ancaman untuk “menghancurkan” Oman. Menurut Iran, sikap seperti itu bertentangan dengan prinsip hubungan internasional dan dapat memperburuk situasi geopolitik di Timur Tengah.

“Ancaman untuk menjatuhkan sanksi kepada Oman dengan dalih yang lemah adalah tindakan yang sepenuhnya melanggar hukum dan bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa serta hukum internasional,” demikian pernyataan tersebut.

Teheran menegaskan bahwa Oman selama ini memiliki peran penting sebagai mediator diplomatik di kawasan. Negara tersebut kerap menjadi penghubung dalam berbagai perundingan sensitif, termasuk antara Iran dan Amerika Serikat.

Karena itu, Iran menilai tekanan terhadap Oman tidak memiliki dasar yang kuat dan justru dapat merusak upaya diplomasi yang selama ini dijalankan negara Teluk tersebut.

Sebelumnya, Bessent menyampaikan peringatan melalui akun media sosial X terkait situasi di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis dunia yang menjadi titik penting perdagangan minyak global.

“Oman harus memahami bahwa Departemen Keuangan AS akan secara agresif menargetkan pihak mana pun yang terlibat, baik langsung maupun tidak langsung, dalam penerapan pungutan di Selat Hormuz,” ujar Bessent.

Populer

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

UPDATE

Jokowi Sedang Menciptakan Musuh Sendiri Lewat Keliling Indonesia

Minggu, 31 Mei 2026 | 08:17

Jemaah Haji Indonesia Diminta Tertib Menanti Jadwal Kepulangan ke Tanah Air

Minggu, 31 Mei 2026 | 07:44

Turun Gunung Jokowi untuk Gendong Gibran dan Kaesang

Minggu, 31 Mei 2026 | 07:37

Hari Raya Waisak, CFD Jakarta Diliburkan Sementara

Minggu, 31 Mei 2026 | 07:15

IPC TPK Perkuat Konektivitas Perdagangan Indonesia-China

Minggu, 31 Mei 2026 | 06:45

Paradoks Kekayaan Nasional

Minggu, 31 Mei 2026 | 06:23

Polda Jateng Izinkan Personel Tembak Begal di Tempat

Minggu, 31 Mei 2026 | 06:09

Anatomi Pembangunan Kapal Ideal

Minggu, 31 Mei 2026 | 05:41

BGN Tidak Pernah Menunjuk Calo Terkait Pembangunan SPPG

Minggu, 31 Mei 2026 | 05:21

KPK Diminta Jelaskan Arah Pengembangan Kasus Blueray Cargo

Minggu, 31 Mei 2026 | 05:04

Selengkapnya