Berita

Sapi kurban dari Presiden Prabowo Subianto (kanan) dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kiri). (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Banpres Sapi Pindahkan Belanja Negara Langsung ke Peternak

JUMAT, 29 MEI 2026 | 15:04 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Program bantuan presiden berupa sapi kurban Idul Adha 2026 dari Presiden Prabowo Subianto memiliki dampak ekonomi dan sosial yang nyata bagi masyarakat.

Menurut Pengajar Komunikasi Politik sekaligus mantan pimpinan Komisi I DPR RI, Ramadhan Pohan atau akrab disapa Rampo, manfaat ekonomi program sapi Banpres terasa langsung jika pengadaan dilakukan dari peternak lokal.

“Manfaat ekonominya nyata bila sapi dibeli dari peternak lokal. Banpres sapi memindahkan belanja negara langsung ke peternak lokal, bukan ke impor atau rantai distribusi panjang,” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat, 29 Mei 2026.


Rampo menjelaskan, pengadaan sapi dari daerah juga mampu memangkas dominasi tengkulak sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

“Jika pengadaan dilakukan langsung atau sedekat mungkin dari peternak daerah, maka negara ikut memangkas dominasi tengkulak, memberi harga jual lebih baik bagi peternak, menggerakkan transportasi lokal, jasa perawatan, pemeriksaan kesehatan hewan, jagal, panitia masjid, dan distribusi daging. Bukankah begitu?” jelasnya.

Rampo juga menyoroti dampak program tersebut terhadap akses gizi masyarakat. Menurutnya, distribusi daging kurban sangat membantu masyarakat yang jarang mengonsumsi protein hewani karena harga daging yang mahal.

“Dari sisi gizi untuk rakyat, qurban sapi, Indonesia masih menghadapi masalah akses protein hewani. Jadi, sapi banpres sudah pas dilakukan,” katanya.

Ia memaparkan, secara kasar satu ekor sapi besar dapat menghasilkan sekitar 250 kilogram daging layak konsumsi. Dengan total 1.098 sapi, maka diperkirakan menghasilkan sekitar 274 ton daging atau setara 2,7 juta porsi masing-masing 100 gram.

“Memang ini bukan solusi permanen gizi nasional, tetapi sebagai distribusi musiman, dampaknya nyata: masyarakat yang jarang membeli daging memperoleh akses protein hewani dari qurban sapi premium bobot berat macam peranakan Ongole, Limousine, Simental, Sapi Bali, Carolaise yang semuanya dibeli dari peternak lokal,” jelasnya.

Rampo pun menilai manfaat sosial program tersebut juga langsung dirasakan masyarakat menjelang hari besar keagamaan.

“Daging kurban masuk ke masyarakat, terutama menjelang hari besar keagamaan. Dalam konteks harga daging yang mahal bagi sebagian keluarga, bantuan protein hewani bukan sekadar simbol, tetapi bantuan konsumsi,” ujarnya.

Ia menegaskan, program sapi Banpres memiliki efek berganda bagi perekonomian daerah dan kesejahteraan rakyat.

“Banpres sapi adalah belanja sosial yang memiliki multiplier effect—pangan bergizi untuk rakyat, pasar pasti bagi peternak lokal, dan perputaran ekonomi daerah,” tegasnya.

Menurut Rampo, program tersebut layak dipahami sebagai intervensi sosial-ekonomi yang menyasar beberapa tujuan sekaligus.

“Banpres sapi layak dipahami bukan hanya sebagai “Qurban Presiden”, melainkan sebagai intervensi sosial-ekonomi musiman yang menyasar tiga tujuan sekaligus: distribusi pangan bergizi, penguatan peternak lokal, dan pemerataan manfaat ke daerah,” tuturnya.

Lebih jauh, Ramadhan menyebut program sapi Banpres mencerminkan karakter kebijakan populis-humanis Presiden Prabowo.

“Akhirnya, Banpres sapi di di momen Idul Adha perlu dibaca sebagai bagian dari atau sejalan dengan karakter kebijakan populis-humanis Presiden Prabowo: negara hadir langsung, menyentuh kebutuhan dasar rakyat, dan menggerakkan ekonomi kecil di bawah,” pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya