Berita

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana. (Foto: RMOL)

Politik

Thailand dan Vietnam Sempat Mendominasi, Indonesia Comeback di April

LAPORAN: VAYANTRI DIVIANTA*
JUMAT, 29 MEI 2026 | 13:53 WIB

Di tengah situasi perang dunia dan kenaikan harga minyak bumi dampaknya sangat dirasakan oleh indonesia. Banyaknya pembatalan penerbangan dari Wilayah Eropa dan Timur Tengah memberikan dampak pada jumlah kedatangan wisatawan yang akan ke Indonesia. 

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana di sela pembukaan Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2026, mengaku Indonesia kalah atas Thailand dan Vietnam.

Menurut Widiyanti posisi Indonesia berada di posisi 5 di kawasan Asia Tenggara. Meski sempat terpuruk beberapa saat, dari data yang diterima Kementerian Pariwisata  dia menyebut bahwa pada awal bulan April 2026 tercatat kunjungan wisatawan asing ke Indonesia khususnya Bali mengalami lonjakan tinggi. 


"Sebelumnya Indonesia di bawah Thailand dan Vietnam. Tapi, bulan lalu (April) Indonesia kunjungannya meningkat paling tinggi dibandingkan Thailand dan Malaysia," kata Widiyanti di The Westin Resort Nusa Dua, Bali, Kamis malam 28 Mei 2026.

Dalam kesempatan even BBTF 2026 yang akan digelar 28-30 Mei 2026 tersebut, dia mengapresiasi event yang sukses digelar hingga tahun ke 12. 

Bahkan menurutnya, BBTF kali ini bisa menjadi pemantik rebut kembali pasar wisatawan yang sebelumnya fokus turis Eropa dan Timur Tengah beralih seluruh wilayah Asia. 

"Kita lakukan penguatan promosi ke pasar Asia Tenggara, Asia Timur, Oseania, dan India. Pertumbuhan kunjungan dari wilayah itu meningkat dalam beberapa bulan terakhir," ucap Menpar Widiyanti. 

Pemerintah terus mendorong pembukaan rute penerbangan baru dengan menggandeng beberapa maskapai, kementerian terkait, hingga lintas kementerian untuk menekan harga tiket dan memperkuat konektivitas agar wisatawan tertarik datang ke Indonesia. 

Sementara itu, Ketua Panitia BBTF 2026, Putu Winastra mengaku penyelenggaraan event tahun ini menjadi pencapaian terbesar bagi industri pariwisata Indonesia. Sebanyak 407 tour operator dari 44 negara hadir dalam BBTF 2026 bersama 286 exhibitor internasional. 

Putu mengatakan kehadiran puluhan negara dalam ajang BBTF membuktikan Bali dan Indonesia masih menjadi magnet utama pariwisata dunia. Bahkan, nampak negara Namibia yang hadir dengan paviliun khusus dalam pameran BBTF tahun ini. 

Putu menegaskan, di tengah dinamika industri pariwisata global pihaknya turut mendukung langkah pemerintah untuk membangun pariwisata berkualitas yang tidak hanya berorientasi pada jumlah kunjungan. 

"Tapi juga pada kepercayaan pasar, kekuatan budaya dan pemerataan manfaat ekonomi," pungkas Putu.

*Kontributor Bali

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

UPDATE

Dua Nama Hilang dari Daftar Calon BPK

Kamis, 10 September 2026 | 00:17

UAG Perkuat Sekolah Rakyat dan Talenta Halal Nasional

Kamis, 10 September 2026 | 00:06

Langkah Berani Gubernur Sultra Tertibkan Aset Usik Zona Nyaman Oknum Tertentu

Rabu, 09 September 2026 | 23:52

DPRD DKI Dukung Perluas Program Pendidikan bagi Santri Perkotaan

Rabu, 09 September 2026 | 23:32

Salat Istisqa Digelar di Lahat, Bursah Zarnubi Mohon Hujan segera Turun Merata

Rabu, 09 September 2026 | 23:22

DPR Dorong Pembangunan dari Desa Lewat Rakernas AKSI

Rabu, 09 September 2026 | 23:20

Rosan Roeslani Masuk Dua Besar Menteri Berkinerja Terbaik

Rabu, 09 September 2026 | 23:00

DPR: Kalau Ada Laporan Masyarakat, Polri Tak Perlu Ragu

Rabu, 09 September 2026 | 22:59

Jangan Sampai Indonesia jadi Sasaran Empuk Jaringan Narkoba Internasional

Rabu, 09 September 2026 | 22:45

Mantan Napi KDRT Diduga Kriminalisasi Istri Lewat Kesaksian Palsu ART

Rabu, 09 September 2026 | 22:31

Selengkapnya