Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Dunia

Israel Masuk Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

JUMAT, 29 MEI 2026 | 09:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dilaporkan memasukkan Israel ke dalam “daftar hitam” terkait dugaan kekerasan seksual dalam konflik bersenjata. 

Langkah ini memicu kemarahan pemerintah Israel dan memperburuk hubungan Tel Aviv dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. 

Lewat unggahan di media sosial X, Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, mengatakan negaranya akan memutus hubungan dengan kantor Guterres setelah laporan tahunan PBB itu dirilis. Dalam pernyataannya, Danon menyebut keputusan tersebut sebagai tindakan yang tidak dapat diterima.


“Keputusan untuk memasukkan Israel ke daftar hitam dan menuduh kami menggunakan kekerasan seksual sebagai senjata perang adalah keputusan yang keterlaluan,” kata Danon, dikutip Jumat, 26 Mei 2026.

Ia juga mengecam PBB karena dianggap menyamakan Israel dengan Hamas. “Menempatkan kami dan teroris Hamas dalam daftar yang sama, itu tidak dapat diterima,” ujarnya.

Laporan tahunan PBB tentang kekerasan seksual terkait konflik memang biasanya dibagikan lebih dulu kepada negara-negara terkait sebelum dipublikasikan secara resmi. Sebelumnya, pada Agustus 2025, PBB sudah memperingatkan bahwa Israel berpotensi dimasukkan ke dalam daftar pihak yang diduga bertanggung jawab atas kekerasan seksual dalam konflik bersenjata.

Misi Israel untuk PBB kemudian mengumumkan bahwa mereka tidak akan lagi melakukan kontak dengan kantor Sekretaris Jenderal PBB selama Guterres masih menjabat. Kementerian Luar Negeri Israel juga mengecam keras langkah tersebut dan menuding PBB bersikap bias terhadap Israel.

Sementara itu, juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan pihaknya tetap membuka jalur komunikasi dengan Israel. “Dari pihak kami, pintu sekretaris jenderal tetap terbuka,” katanya.

Di sisi lain, Pelapor Khusus PBB untuk kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan, Reem Alsalem, justru menilai keputusan itu sudah seharusnya dilakukan sejak lama. Ia menyebut terdapat dokumentasi dan verifikasi independen mengenai dugaan kekerasan seksual terhadap warga Palestina.

“Penambahan Israel ke dalam daftar hitam untuk kekerasan seksual sudah lama tertunda,” tulis Alsalem.

PBB sebelumnya juga mengungkap adanya “informasi yang dapat dipercaya” mengenai dugaan kekerasan seksual yang dilakukan aparat keamanan Israel terhadap tahanan Palestina di penjara dan pusat penahanan. Namun, Israel membantah tuduhan tersebut.

Menurut berbagai organisasi hak asasi manusia internasional, sejumlah tahanan Palestina yang ditahan sejak perang Gaza pecah pada 2023 melaporkan mengalami perlakuan tidak manusiawi, termasuk penyiksaan dan kekerasan seksual. Laporan lain juga menyebut adanya dugaan pelecehan berbasis gender di Tepi Barat dan terhadap aktivis internasional yang sempat ditahan Israel.

Hubungan antara Israel dan PBB sendiri terus memburuk sejak perang Gaza pecah setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Pemerintah Israel berkali-kali menuduh PBB bersikap tidak adil terhadap mereka, sementara PBB terus mengkritik operasi militer Israel di Gaza yang telah menewaskan puluhan ribu warga Palestina.

Pada 2024, Israel bahkan menyatakan Guterres sebagai “persona non grata” atau sosok yang tidak diterima di negara tersebut.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ketika Gerakan Sosial Baru Menggugat Tatanan Politik

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:15

Ada Demo Mahasiswa, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan Monas

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:00

Cegah Perpecahan, Bagusnya Gibran Mundur

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:38

Ada Indikasi Dendam Politik di Balik Wacana Pelengseran Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:24

Legislator PKB Serahkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Majalengka

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:01

Realisasi Investasi Hingga Kuartal III Sentuh Rp1.539 T

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Tembus Rp3.923 Triliun

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Ferry Juliantono Terpilih Jadi Presiden Syarikat Islam

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:53

Masyarakat Adat Wanam Merauke Butuh Pelatihan Pertanian Berkelanjutan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:45

BEM-KSI Gelar Silaturahmi ke PBNU dan Beri Apresiasi ke Gus Gudfan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:29

Selengkapnya