Berita

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. (Foto: artificial intelligence)

Politik

Teguh Santosa: Perang Selat Hormuz jadi Kartu Terakhir Trump dan Netanyahu Demi Pemilu

KAMIS, 28 MEI 2026 | 17:27 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Eskalasi ketegangan di Selat Hormuz pasca-serangan militer Amerika Serikat (AS) ke kota pelabuhan Bandar Abbas, Iran bukan sekadar urusan taktis militer.

Serangan tersebut dinilai sarat akan kalkulasi politik domestik yang akut dari para pemimpin AS dan Israel.

Direktur Geopolitik GREAT Institute, Dr. Teguh Santosa menganalisis, agresi militer yang digalang AS dan Israel belakangan ini merupakan jurus mabuk dan upaya putus asa dari Donald Trump dan Benjamin Netanyahu demi mempertahankan kursi kekuasaan mereka.


Sebab, saat ini baik Trump maupun Netanyahu sama-sama berada dalam posisi terjepit akibat anjloknya tingkat popularitas di dalam negeri masing-masing. Tekanan politik ini kian memuncak menjelang Pemilu Sela AS pada November 2026 dan Pemilu Israel yang dipercepat pada Oktober 2026 mendatang.

"Keduanya merasa bahwa satu-satunya cara yang paling efektif bagi mereka untuk menyelamatkan diri dan partai dalam pemilu adalah dengan membuktikan bahwa alasan mereka memerangi Iran adalah benar, dan perang itu berbuah kemenangan," ujar Teguh dalam analisa geopolitiknya kepada redaksi, Kamis, 28 Mei 2026.

Di Negeri Paman Sam, posisi politik Trump memang sedang digoyang hebat. Survei terbaru dari Emerson College Polling merekam ketidakpuasan publik yang sangat tinggi atas kebijakan luar negeri Trump.

Sebanyak 53 persen pemilih AS memandang aksi militer terhadap Iran sebagai sebuah kegagalan. Imbasnya, Partai Demokrat kini unggul telak 10 poin dalam berbagai jajak pendapat pemilu sela.

Bahkan, Senat AS telah meloloskan resolusi mosi tidak percaya untuk membatasi wewenang Presiden Donald Trump dalam melancarkan aksi militer ke Iran tanpa restu kongres.

Nasib sekutu dekatnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, jauh lebih mengenaskan. Jajak pendapat per Mei 2026 menunjukkan 55 persen warga Israel mendesak Netanyahu segera angkat kaki dari jabatannya.

Koalisi sayap kanan penyokongnya di parlemen (Knesset) rontok, dan diproyeksikan bakal kehilangan status mayoritas.

Teguh menilai, narasi perang sengaja dijadikan "kartu terakhir" oleh kedua pemimpin itu untuk mengalihkan mata publik dari bobroknya perekonomian dan rentetan kegagalan domestik di negara masing-masing.

"Mereka mempertaruhkan stabilitas regional demi ambisi politik pribadi. Ketika kebijakan ekonomi gagal dan kepercayaan publik merosot, menciptakan krisis luar negeri sering kali menjadi jebakan oportunistik yang dipilih oleh pemimpin yang sedang terdesak," tegas Teguh.

Namun, strategi memantik sumbu bom di Timur Tengah ini ibarat senjata makan tuan yang berisiko tinggi.

Bagi Trump, jika serangan di Selat Hormuz gagal total, hal itu justru akan menjadi peluru emas bagi oposisi untuk membuktikan bahwa Trump telah menyeret AS ke dalam perang yang tidak berguna.

Sementara bagi Netanyahu, agresi ini justru menyatukan kubu oposisi Israel. Penggabungan kekuatan antara Yair Lapid dan Naftali Bennett kini menjadi momok mengerikan yang siap menumbangkan rezim Netanyahu.

Hingga saat ini, situasi di jalur logistik minyak dunia Selat Hormuz masih berada dalam status "tegang dan membeku".

Ambisi Trump dan Netanyahu untuk mendongkrak popularitas lewat jalur perang masih jauh dari panggang api, sementara bom waktu pemilu terus berjalan.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Gubernur BI pun Ikut Mundur, Ada Apa Ini Guru?

Selasa, 28 Juli 2026 | 06:15

Rumah Bedeng di Lebak Bulus Kebakaran

Selasa, 28 Juli 2026 | 06:00

Timnas Garuda Hadapi Timor Leste pada 31 Juli

Selasa, 28 Juli 2026 | 05:30

Revolusi, Romansa, dan Runtuhnya Komisariat SMID IISIP

Selasa, 28 Juli 2026 | 05:21

Presiden Harus Tindak Tegas Londo Ireng yang Merugikan Kepentingan Bangsa

Selasa, 28 Juli 2026 | 05:19

Orang Tak Percaya Perry Warjiyo Mundur karena Alasan Pribadi

Selasa, 28 Juli 2026 | 04:33

83 Penonton Jadi Korban Tribun GOR Satria Banyumas Roboh

Selasa, 28 Juli 2026 | 04:18

Ahok Ungkap Awal Pecah Kongsi dengan Jokowi

Selasa, 28 Juli 2026 | 04:00

Nama Bupati KBB Jeje Ritchie Dicatut untuk Jual Jabatan

Selasa, 28 Juli 2026 | 03:35

Hantu itu Masih Gentayangan

Selasa, 28 Juli 2026 | 03:18

Selengkapnya