Berita

Wakil Menteri Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir (Foto: Kemlu RI)

Dunia

Indonesia Desak Tata Kelola Air Global Hadapi Ledakan Industri Digital

KAMIS, 28 MEI 2026 | 14:35 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Indonesia mendesak dunia internasional segera menyiapkan tata kelola air global yang lebih kuat dan adaptif guna menghadapi lonjakan kebutuhan air akibat pesatnya perkembangan industri digital dan kecerdasan buatan (AI). 

Isu tersebut dinilai semakin mendesak seiring meningkatnya konsumsi air oleh pusat data, infrastruktur AI, hingga industri penambangan mineral penting.

Seruan itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, dalam forum the 4th High-Level International Conference on the International Decade for Action “Water for Sustainable Development” 2018-2028 atau Dushanbe Water Conference 2026 (DWC2026) di Dushanbe, Tajikistan, dikutip Kamis, 28 Mei 2026.


Dalam pidatonya, Arrmanatha mengingatkan bahwa dunia sedang menghadapi ancaman baru yang selama ini kurang mendapat perhatian serius. 

“Ancaman baru yang diremehkan sedang muncul. Penambangan mineral penting, infrastruktur AI, pusat data, dan industri digital kini mengonsumsi miliaran liter air setiap hari,” ujarnya.

Ia menegaskan, kebutuhan air dari sektor digital terus meningkat secara drastis dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, air kini bukan sekadar sumber daya alam biasa, melainkan penopang utama ekonomi digital global yang tengah berkembang sangat cepat.

“Air adalah sumber daya tak terlihat yang menggerakkan ekonomi digital. Jika kita gagal mengaturnya secara strategis, krisis berikutnya tidak akan diperebutkan karena minyak atau tanah, tetapi karena air,” lanjut Arrmanatha, mengingatkan potensi konflik global akibat perebutan sumber daya air.

Selain menyoroti ancaman krisis air, Indonesia juga menilai sistem multilateral internasional saat ini belum cukup efektif menjawab tantangan tersebut. 

"Karena PBB yang tidak dapat memberikan solusi air, tidak dapat secara kredibel mengklaim dapat memberikan solusi perdamaian atau pembangunan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Indonesia menyerukan empat langkah utama untuk memperkuat ketahanan air global, yakni mempererat kerja sama regional, meningkatkan investasi strategis di sektor air, mempersiapkan tata kelola air di era AI dan ekonomi digital, serta mendorong reformasi PBB agar lebih adil dan efektif. 

“Dunia memiliki pengetahuan, modal, dan teknologi. Yang kurang adalah kemauan politik kolektif, dan sistem multilateral yang efektif dan cukup berani untuk mempercepat tindakan terkait air,” pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya