Berita

Menteri Agama Nasaruddin Umar di RPH Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis 28 Mei 2026 (Foto: RMOL/Reni Erina)

Nusantara

Menag: Jadikan Iduladha Momentum Berbagi Tanpa Memandang Agama

KAMIS, 28 MEI 2026 | 13:27 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Agama menegaskan bahwa esensi Iduladha bukan sekadar ritual penyembelihan hewan kurban, melainkan memastikan tidak ada masyarakat yang kekurangan pangan, terutama protein hewani.

Dalam keterangannya di Masjid Istiqlal, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut Iduladha memiliki semangat yang sejalan dengan Idulfitri, yakni menghadirkan kebahagiaan dan kecukupan bagi masyarakat kecil.

“Kalau Idulfitri dipenuhi lewat zakat fitrah berupa makanan pokok, maka Iduladha pasangannya adalah protein hewani,” ujarnya di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis 28 Mei 2026. 


Pernyataan tersebut menegaskan bahwa ibadah kurban memiliki dimensi sosial yang kuat. Daging kurban tidak hanya menjadi simbol ibadah, tetapi juga instrumen pemerataan gizi dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Karena itu, distribusi daging kurban di Masjid Istiqlal dilakukan dengan sistem yang terukur. Pembagian kupon dikelola bersama masjid-masjid binaan di sekitar kawasan Istiqlal agar penyaluran lebih tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Pola distribusi serupa juga diterapkan dalam berbagai kegiatan sosial lainnya. Ketika makanan buka puasa berlebih, misalnya, Istiqlal langsung menyalurkannya ke masjid-masjid sekitar. Begitu pula saat bantuan masyarakat melimpah, sebagian disalurkan melalui jaringan masjid binaan.

Menariknya, Menteri Agama juga menyoroti keterbukaan kurban lintas agama. Ia mengungkapkan bahwa tidak seluruh hewan kurban di Istiqlal berasal dari umat Islam.

“Ada beberapa sapi dan kambing yang berasal dari rekan-rekan atau lembaga nonmuslim, dan semuanya tetap kami salurkan sebagaimana hewan kurban lainnya,” katanya.

Menurutnya, kurban tidak boleh dipahami secara eksklusif hanya untuk umat Islam. Siapa pun yang membutuhkan berhak menerima manfaatnya tanpa memandang latar belakang agama.

Ia bahkan mencontohkan kisah pada masa Rasulullah SAW tentang seorang perempuan Yahudi yang kelaparan dan kemudian diberi makanan dari persediaan masjid.

“Siapa pun agamanya, kalau membutuhkan bantuan tetap harus dibantu,” tegasnya.

Pesan tersebut dinilai mencerminkan wajah Islam yang inklusif, humanis, dan penuh empati di tengah berbagai polarisasi sosial yang masih terjadi di masyarakat.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

27 Ton Bantuan Korban Gempa NTT Diberangkatkan dari Lanud Halim

Senin, 17 Agustus 2026 | 05:57

Merdeka dan Menderita

Senin, 17 Agustus 2026 | 05:23

Legislator PDIP Dorong Penguatan SKK Migas Lewat Revisi UU 22/2001

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:59

TelkomGroup Tancap Gas Perbaiki Layanan Pascagempa NTT

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:32

Malam Renungan Suci

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:17

DOB Bekasi Utara Sangat Penting, Ini Alasannya

Senin, 17 Agustus 2026 | 03:45

Jebolan Akmil 2003 Ini Siap Komandani Upacara HUT ke-81 RI di Istana

Senin, 17 Agustus 2026 | 03:23

Koperasi dan Cacat Epistemologis Pemahaman

Senin, 17 Agustus 2026 | 02:47

Kampung Binaan Pertamina Lubricants Dorong Ekonomi Sirkuler di Jakut

Senin, 17 Agustus 2026 | 02:20

Buku ‘Transformasi Tata Kelola Perikanan Indonesia’ Jawab Masalah Ekonomi Biru hingga PIT

Senin, 17 Agustus 2026 | 01:55

Selengkapnya