Dubes RI untuk Malaysia Raden Dato' Mohammad Iman Hascarya Kusumo (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur terus mengawal penanganan insiden kapal yang melibatkan warga negara Indonesia (WNI) di perairan Perak, Malaysia.
Sejak menerima informasi mengenai peristiwa tersebut pada 11 Mei 2026, perwakilan RI bergerak cepat melakukan koordinasi intensif dengan berbagai otoritas Malaysia guna memastikan perlindungan dan penanganan menyeluruh bagi para korban.
Koordinasi dilakukan dengan sejumlah instansi terkait, di antaranya Polis Diraja Malaysia (PDRM), Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM), IPK Perak, IPD Manjung, Jabatan Kesehatan Masyarakat (JKM), hingga Rumah Sakit Teluk Intan.
Dalam perkembangan terbaru, KBRI Kuala Lumpur telah memperoleh akses untuk bertemu langsung dengan 18 WNI yang berhasil selamat dari insiden tersebut.
Pertemuan dilakukan untuk memverifikasi identitas, menggali informasi terkait kejadian, sekaligus memastikan kondisi para korban.
"Berdasarkan hasil identifikasi awal, para WNI yang selamat diketahui berasal dari berbagai daerah di Indonesia, yaitu Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Lampung, Banten, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Tenggara," ungkap KBRI Kuala Lumpur dalam pernyataan resmi, Rabu, 27 Mei 2026.
Selain itu, lima WNI lainnya masih menjalani pemeriksaan lanjutan oleh PDRM karena diduga memiliki keterkaitan dengan tindak pengiriman migran ilegal.
Meski demikian, KBRI memastikan seluruh WNI yang berhasil selamat berada dalam kondisi baik dan sehat.
Sementara itu, berdasarkan koordinasi dengan Rumah Sakit Teluk Intan, jumlah WNI yang meninggal dunia akibat insiden kapal tersebut terkonfirmasi sebanyak 16 orang.
Untuk mempercepat proses identifikasi korban, KBRI Kuala Lumpur bekerja sama dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam penelusuran keluarga korban serta pengambilan sampel DNA dari pihak keluarga yang diduga memiliki hubungan dengan korban meninggal.
Pemerintah Indonesia melalui KBRI Kuala Lumpur menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan kasus secara intensif.
Upaya koordinasi dengan otoritas Malaysia dan instansi terkait di Indonesia terus dilakukan, termasuk menjaga komunikasi aktif dengan keluarga korban guna menyampaikan perkembangan terkini proses penanganan.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat yang merasa memiliki anggota keluarga yang kemungkinan terkait dengan insiden tersebut atau membutuhkan informasi lebih lanjut agar segera menghubungi Hotline Pelindungan KBRI Kuala Lumpur di +60 17-668 8032.