Berita

Unggahan Presiden AS Donald Trump di Truth Social (Tangkapan layar RMOL dari akun @realDonaldTrump)

Global

Trump Buka Opsi soal Penghancuran Nuklir Iran

SELASA, 26 MEI 2026 | 08:44 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menegaskan bahwa uranium yang diperkaya milik Iran harus segera dimusnahkan.

Lewat unggahan di media sosial, Trump mengatakan material yang ia sebut “debu nuklir” tersebut sebaiknya diserahkan kepada AS untuk dihancurkan. Namun, ia juga membuka opsi agar pemusnahan dilakukan langsung di Iran dengan pengawasan internasional.

“Uranium yang diperkaya (debu nuklir!) akan segera diserahkan kepada Amerika Serikat untuk dibawa pulang dan dimusnahkan, atau, lebih disukai, bekerja sama dan berkoordinasi dengan Republik Islam Iran, dimusnahkan di tempat atau di lokasi lain yang dapat diterima,” tulis Trump di Truth Social, dikutip Selasa, 26 Mei 2026.


Trump juga menegaskan proses pemusnahan itu harus diawasi Komisi Energi Atom AS atau lembaga terkait lainnya agar berjalan transparan.

Pernyataan tersebut muncul saat negosiasi antara AS dan Iran masih berlangsung. Salah satu pembahasan paling sensitif adalah soal nasib cadangan uranium Iran yang sudah diperkaya.

Saat ini, Iran diketahui memiliki sekitar 440 kilogram uranium yang diperkaya hingga 60 persen. Jumlah itu dinilai cukup untuk menghasilkan sekitar 10 senjata nuklir jika diperkaya lebih lanjut. Sebagian besar stok uranium tersebut diyakini berada di fasilitas nuklir bawah tanah di Isfahan.

Sebelumnya, Trump bersikeras agar seluruh uranium Iran dipindahkan keluar negeri dan berada di bawah kendali AS. Ia bahkan sempat menolak usulan keterlibatan negara ketiga seperti Rusia dalam proses pengawasan maupun penyimpanan uranium tersebut.

Namun dalam pernyataan terbarunya, Trump terlihat lebih terbuka. Ia mulai memberi ruang bagi opsi pemusnahan uranium langsung di Iran atau di negara lain yang disepakati bersama.

Di sisi lain, pemerintah Iran tetap menolak jika seluruh uranium diperkaya harus dipindahkan permanen ke luar negeri. Teheran beralasan material itu harus bisa dikembalikan apabila kesepakatan dengan AS nantinya dilanggar.

Meski begitu, Iran disebut lebih terbuka terhadap opsi pengenceran uranium di bawah pengawasan International Atomic Energy Agency atau IAEA.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya