Berita

Anggota Komisi VI DPR RI Rahmat Saleh (Dokumen DPR RI)

Politik

DPR Minta Transisi Tata Niaga Sawit Tak Korbankan Petani

SELASA, 26 MEI 2026 | 07:41 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Penurunan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit hingga menyentuh Rp1.500 per kilogram di tingkat petani dinilai tidak boleh menjadi dampak dari transisi kebijakan tata niaga ekspor sawit nasional.

Sorotan tersebut mencuat di tengah rencana pemerintah menerapkan skema ekspor minyak sawit satu pintu melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia.

Anggota Komisi VI DPR RI, Rahmat Saleh, menduga anjloknya harga TBS tidak sepenuhnya dipengaruhi mekanisme pasar. Ia menilai ada kemungkinan permainan dari pihak tertentu yang merasa kepentingannya terganggu oleh kebijakan baru pemerintah.


“Saya menduga ini salah satu efek karena ada pihak yang merasa terancam, lalu memainkan harga sawit,” ujar Rahmat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.

Menurut Rahmat, pengaturan ulang tata kelola ekspor sawit sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pengendalian ekspor komoditas strategis nasional, termasuk sawit dan batu bara.

Ia menilai pengelolaan sawit nasional saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada kebutuhan minyak goreng, tetapi juga diarahkan untuk mendukung ketahanan energi melalui pengembangan biodiesel.

Karena itu, Rahmat meminta agar masa transisi kebijakan tidak dimanfaatkan untuk menekan harga sawit di tingkat petani kecil.

“Saya berpesan kepada pihak-pihak yang berupaya memainkan harga dengan dalih apa pun agar menghentikan tindakan tersebut,” tegasnya.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga menilai pelibatan BUMN dalam skema ekspor satu pintu dapat menjadi langkah strategis apabila dijalankan secara tepat. Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi memperkuat posisi tawar sawit Indonesia di pasar global sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas nasional.

“Kita fokus sekarang bagaimana menguatkan ketahanan energi nasional, terutama dari sektor sawit,” tandasnya.  


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Wajib Halal Oktober 2026, Kesiapan UMKM dan Literasi Konsumen Jadi Tantangan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:19

BBCA Pimpin Transaksi Saham, Nilainya Tembus Rp353 Miliar saat IHSG Menguat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:06

Tiru LPDP, Pemprov DKI Siapkan Beasiswa Luar Negeri

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:01

SBY Bercanda soal Batuk Prabowo dan Nasib Rupiah

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:54

CUAN Ramai Diperdagangkan, Nilai Transaksi Tembus Rp196 Miliar

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:47

Ketika Pelaku Tidak Ditemukan, Bagaimana Nasib Barang Bukti yang Disita?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:42

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI-Tiongkok-Thailand

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:41

Saat Karhutla Membara, Mereka Malah Korupsi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:25

56 Tahun INACA dan Misi Historis Penerbangan Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

BNPB: Penanggulangan Bencana Tak Terpengaruh OTT KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

Selengkapnya