Berita

Penandatanganan perubahan status PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) menjadi BUMN. (Foto: Instagram Danantara)

Bisnis

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

SENIN, 25 MEI 2026 | 23:14 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) resmi berstatus sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Persero. Perubahan status tersebut diumumkan melalui unggahan CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani di Instagram pada Senin, 25 Mei 2026.

Dalam unggahan itu, Rosan menandatangani dokumen perubahan status bersama COO Danantara Dony Oskaria dan CIO Danantara Pandu Patria Sjahrir.

“Penandatangan perubahan status PT Danantara Sumberdaya Indonesia menjadi BUMN (Persero),” tulis Rosan dalam unggahan tersebut.


"Keberadaan kami ini nantinya juga justru ingin lebih menyempurnakan terutama dari distorsi data ekspor yang mungkin selama ini sudah terjadi," tambahnya.

Secara terpisah, COO Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN, Dony mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan proses rekrutmen untuk mencari SDM unggul dan berkualitas.

"Ada tim kan. Jadi ada tim yang melakukan proses perekrutannya. Kan kita harus membuat ini sangat bagus kan," ujar Dony di Wisma Danantara, Jakarta.

Ia menambahkan, pihaknya membuka kesempatan bagi para profesional di berbagai sektor yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan PT DSI.

"Jadi ada tim, sumbernya bisa dari mana saja, para profesional tentunya," jelas dia.

Sebelumnya, Danantara diketahui baru membentuk PT Danantara Sumberdaya Indonesia pada 18 Mei 2026 sebagai perusahaan yang akan menjadi perantara ekspor sejumlah komoditas strategis seperti minyak kelapa sawit (CPO), batu bara, dan ferro alloy.

DSI nantinya akan berperan sebagai satu-satunya pintu yang menghubungkan antara perusahaan komoditas di dalam negeri dengan pembeli luar negeri.

Pembentukan BUMN ini disebut bertujuan untuk memperkuat pengawasan ekspor, mencegah praktik manipulasi seperti under invoicing dan transfer pricing, serta menekan pelarian devisa hasil ekspor (DHE).


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya