Berita

Grand Final Pemilihan Denok Kenang Kota Semarang 2026. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Agustina Dorong Denok Kenang Jadi Wajah Baru Semarang

Penggerak Budaya dan Pariwisata di Era Digital
SENIN, 25 MEI 2026 | 22:12 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan Denok Kenang harus naik kelas menjadi storyteller yang mampu menghidupkan cerita dan identitas Kota Semarang melalui kreativitas generasi muda. 

Pesan tersebut disampaikan Agustina saat Grand Final Pemilihan Denok Kenang Kota Semarang 2026 yang dirangkai dengan pengundian program IJOLKE di Balai Kota Semarang.

Mengusung tema “Menyinari Budaya, Menguatkan Pariwisata”, ajang Denok Kenang tahun ini tidak hanya menjadi panggung pemilihan duta wisata, tetapi juga momentum memperkuat peran anak muda dalam mendukung visi Pemerintah Kota Semarang membangun kota yang berbudaya, kreatif, dan berdaya saing di era digital.


Dalam sambutannya, Agustina menekankan bahwa Denok Kenang harus mampu menjadi wajah baru Kota Semarang yang tidak sekadar tampil menarik, tetapi juga mampu membangun kedekatan emosional publik dengan kota melalui narasi positif dan kreatif.

“Denok Kenang tidak lagi cukup hanya menjadi ikon pariwisata. Denok Kenang harus menjadi narator kota. Di era digital ini, kota dibangun dengan cerita yang dipercaya publik,” kata Agustina dalam keterangan tertulis, Senin 25 Mei 2026.

Menurut Agustina, budaya merupakan kekuatan utama Kota Semarang yang harus terus dihidupkan dan dikembangkan agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat, mulai dari penguatan ekonomi kreatif, pelestarian kuliner, hingga peningkatan daya tarik destinasi wisata seperti Kawasan Kota Lama.

“Budaya akan menjadi kekuatan ketika dikemas secara kreatif dan dekat dengan masyarakat. Budaya yang menghasilkan ekonomi dan berkaitan dengan pemberdayaan akan hidup dan dilestarikan sendiri oleh masyarakatnya,” ujarnya.

Di hadapan 15 pasang finalis, Agustina juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Semarang ingin melahirkan generasi muda yang mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan pesan-pesan pembangunan kepada masyarakat.

“Malam ini kita tidak hanya memilih siapa yang paling rupawan atau paling fasih berbicara. Kita sedang memilih wajah masa depan Kota Semarang,” katanya.

Ia pun mendorong para finalis untuk aktif mengangkat isu lingkungan hidup, penguatan sistem pangan berkelanjutan, hingga promosi budaya lokal melalui konten kreatif yang dekat dengan generasi muda.

Selain malam grand final, acara juga dirangkaikan dengan pengundian program IJOLKE sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat yang taat pajak sekaligus upaya Pemkot Semarang memperkuat digitalisasi transaksi di sektor hotel, restoran, parkir, dan hiburan.

Pada malam puncak tersebut, Farah Azra Bramantya terpilih sebagai Denok Semarang 2026 dan Bima Surya Wandana sebagai Kenang Semarang 2026. 

Keduanya diharapkan menjadi representasi generasi muda Kota Semarang yang kreatif, adaptif, serta mampu menjaga nyala budaya sekaligus memperkuat promosi pariwisata Kota Semarang di tingkat nasional maupun internasional.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Siapa di Balik Penyadapan Presiden Prabowo?

Kamis, 05 November 2026 | 06:29

Mengendus Pasal Makar

Kamis, 05 November 2026 | 06:14

DPRD Dukung Roadshow Pramono Anung ke 44 Kecamatan

Kamis, 05 November 2026 | 06:04

Mengenal Listyo Sigit, Eks Kapolri yang Jadi Raja Oknum

Kamis, 05 November 2026 | 05:57

Penyadapan Presiden Prabowo Bukan Kasus Biasa

Kamis, 05 November 2026 | 05:43

BPOM Buka Suara soal Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin

Kamis, 05 November 2026 | 05:10

Intelektualisme Pemuda Kunci Memperkuat Persatuan Bangsa

Kamis, 05 November 2026 | 04:44

Kasus Listyo Sigit Imbas Sistem UUD 2002 yang Memproduksi Kegaduhan

Kamis, 05 November 2026 | 04:26

PAM Jaya Raih Penghargaan Pembayar Pajak Terbesar di Jakpus

Kamis, 05 November 2026 | 04:22

MUI: Penyadapan Presiden Kategori Tajassus dan Berdosa

Kamis, 05 November 2026 | 04:08

Selengkapnya