Berita

Postingan Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi. (Foto: Tangkapan layar)

Politik

Aktivis Islah Bahrawi Ngaku 10 Hari Dibuntuti OTK

SENIN, 25 MEI 2026 | 18:07 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi mengaku tengah dibuntuti oleh sejumlah orang tidak dikenal (OTK) selama lebih dari sepekan, mulai dari kediamannya hingga aktivitasnya di luar. 

Hal tersebut sampaikan Islah melalui akun akun Instagram pribadinya, lengkap dengan foto oknum penguntit dan kendaraannya, yang diunggah pada Senin 25 Mei 2026.

"Dalam 10 hari terakhir rumah saya "dikepung" oleh beberapa oknum yang saya yakini tentara. Mereka merekam siapapun yang beraktivitas di rumah dan lalu menguntit kemanapun saya pergi," kata Islah.


Islah menerangkan, sejumlah OTK itu juga memetakan dan mempelajari setiap lekuk teritorial di seputaran tempat tinggal Islah. Bahkan menghampiri hingga dekat rumahnya, dari pagi hingga pagi lagi. 

"Mengapa saya menggunakan istilah "kepung"? Mereka hilir mudik di sekitar rumah saya, memotret dan memantau secara tertutup atau terbuka, seolah rumah saya markas musuh yang setiap penghuninya adalah ancaman terhadap negara," kata Islah.

Selain itu, Islah mendapati para OTK itu menanyakan rutinitasnya termasuk siapa saja penghuni rumah di dalamnya, kepada tetangga sekitar, sembari menyampaikan Islah sedang diawasi dan ditandai. 

Islah merasa, masa Orde Baru (Orba) seperti telah lahir kembali di beranda rumahnya, karena keyakinannya yang mengintai adalah prajurit militer.

"Dwifungsi ABRI, Kopkamtib dan UU Subversif di negara ini sudah tak ada lagi, tapi segelintir orang berusaha menghadirkan ruhnya kembali. Ini terasa jelas, setidaknya saya sendiri telah mengalami denyutnya," kata Islah menegaskan. 

"Mungkin saja karena saya dianggap aktivis demokrasi atau karena seringkali mengkritik remiliterisasi, tapi yang jelas wajah-wajah anti supremasi sipil itu seliweran di seputaran rumah saya," sambungnya.

Islah sempat berpikir untuk tidak bercerita tentang peristiwa yang tengah dialaminya kepada siapa pun. Karena baginya hal ini menjadi satu risiko perjuangan dalam menjaga amanat reformasi, demokrasi dan peradaban masyarakat sipil di Indonesia.

"Namun saya meyakini situasi ini tidak hanya terjadi kepada saya. Bisa jadi kawan-kawan seperjuangan yang lain juga mengalami supresi yang sama," kata Islah.

Lebih lanjut, Islah menanamkan prinsip suara rakyat tidak akan pernah redup kerena intimidasi. Tetapi di sisi yang lain, dia menyayangkan situasi ini terjadi di era milenium, di mana setiap rakyat dituntut bernalar sehat dan berpikir cerdas baik sipil maupun militer. 

"Milenia adalah era di mana demokrasi tidak boleh lagi hanya aktivitas bual di podium dan pemilihan umum. Milenia adalah era di mana militer harus berkonsentrasi penuh menekuni akselerasi teknologi pertahanan negara," kata Islah.

Oleh karena itu, Islah memandang seharusnya di era milenium yang peradabannya sudah maju, sekelas Indonesia seharusnya bukan lagi menghadapi kritisisme dengan intimidasi atas nama negara.

"Kita bukan junta, tapi demokrasi Pancasila. Kita ini Indonesia, bukan Korea Utara," demikian Islah.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

UPDATE

Perlindungan Orang Utan Kalimantan dari Karhutla Terus Diperkuat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:43

Benarkah Hari Kliwon Lebih Rawan Kecelakaan?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:17

Lindungi Kehidupan Nelayan, KKP Segel Tambak Udang Tak Berizin di Karimunjawa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:46

Pasis Dikreg Seskoad Peroleh Doktrin Kepemimpinan dari Wapang TNI

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:20

Dampak MBG Bikin Konsumsi Protein Anak Naik hingga Hampir 80 Persen

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:57

Ekonomi Biru Dijaga, Nelayan Disejahterakan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:40

Peradi Profesional Dukung Langkah Presiden Bersih-bersih Mafia Tambang

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:16

DPR Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik di Batam-Bintan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:59

Staf Ahli Kapolri Pastikan Penanganan Maksimal Kabut Asap di Kalteng

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:43

Kepala BRAN dan Menteri PKP Bidik Percepatan Lahan untuk Rumah Rakyat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:20

Selengkapnya