Berita

Ilustrasi. (Foto: Generate AI)

Bisnis

Rupiah Awal Pekan Loyo ke Rp17.740 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

SENIN, 25 MEI 2026 | 17:15 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Nilai tukar rupiah ditutup melemah 27 poin ke level Rp17.744 per dolar AS pada perdagangan Senin sore, 25 Mei 2026. Pelemahan mata uang Garuda ini diperkirakan masih berlanjut pada perdagangan besok di kisaran Rp17.740 hingga Rp17.800 per dolar AS.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai tekanan terhadap rupiah saat ini lebih banyak dipengaruhi sentimen domestik, mulai dari kekhawatiran pasar terhadap defisit anggaran hingga kebijakan pemerintah yang dinilai kurang ramah pasar.

Menurut Ibrahim, meski harga minyak dunia mulai mengalami penurunan, sentimen positif tersebut belum mampu mengangkat pergerakan Rupiah. Bahkan, ketika mata uang negara-negara tetangga menguat, rupiah justru bergerak melemah.


"Kita lihat mata uang negara tetangga semua menghijau, tapi Indonesia memerah," ujar Ibrahim dalam analisisnya.

Ia juga menyoroti pidato Presiden Prabowo Subianto terkait kebijakan ekspor satu pintu komoditas melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Kebijakan tersebut dinilai memunculkan kekhawatiran di kalangan pasar internasional.

"Ini juga membuat banyak kecaman terhadap pemerintah (dari) internasional yang kemungkinan besar, lembaga internasional seperti S&P Global, kemudian dan lain-lainnya kemungkinan besar akan menurunkan rating utang pemerintah Indonesia," kata Ibrahim.

Selain itu, Ibrahim menilai sejumlah kebijakan pemerintah saat ini belum sepenuhnya mendukung kepentingan pasar sehingga memperbesar tekanan terhadap rupiah.

"Ini kemungkinan akan berlanjut besok. Ada 50-60 poin kelemahan," lanjutnya.

Dari sisi eksternal, Ibrahim mengatakan dolar AS menguat seiring adanya sentimen positif pasar terkait kemungkinan tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran.

"Sebelumnya, Donald Trump mengatakan bahwa Washington dan Iran ini sebagian besar negosiasinya kemungkinan akan disepakati yang diperakarsai oleh Pakistan," kata Ibrahim.

Meski demikian, ia mengingatkan masih terdapat sejumlah persoalan krusial dalam negosiasi kedua negara, termasuk terkait Uranium dan dana Iran yang dibekukan sejak era 1970-an.

Selain itu, pasar juga masih dibayangi potensi kebijakan suku bunga tinggi di AS setelah Gubernur Bank Sentral AS, Christopher Waller, membuka peluang kenaikan suku bunga jika inflasi masih tetap tinggi.

Menurut Ibrahim, pernyataan tersebut memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga tinggi di AS masih akan bertahan hingga akhir tahun.

"Walaupun kita tahu bahwa Presiden Trump tidak menyerukan penurunan suku bunga dalam kondisi saat ini. Tetapi ini yang membuat kemungkinan besar suku bunga tinggi, ya ini masih akan terjadi sampai akhir tahun ini," kata Ibrahim.

Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,72 persen ke level 6.206 sore ini, setelah sempat tertekan di perdagangan awal.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya