Berita

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Pemerintah Buka Peluang Impor Minyak Rusia Lewat Skema Baru

SENIN, 25 MEI 2026 | 14:50 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Pemerintah membuka peluang impor minyak mentah dari Rusia melalui skema baru yang diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 26 Tahun 2026. 

Aturan tersebut memberi ruang tidak hanya bagi BUMN, tetapi juga badan usaha lain untuk melakukan impor energi langsung dari luar negeri.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan, Rusia kini masuk dalam daftar sumber pasokan minyak yang dapat diakses Indonesia, selain kawasan Timur Tengah, Afrika, dan Amerika.


“Ini kita sudah ada Perpres 26 Tahun 2026, di mana untuk impor itu bisa dilakukan langsung oleh BUMN, ini Pertamina, dan juga bisa dilakukan oleh badan usaha lain,” kata Yuliot di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin 25 Mei 2026.

Menurutnya, kebijakan tersebut dibuat untuk memberi fleksibilitas dalam pengadaan minyak di tengah fluktuasi harga dan dinamika pasar energi global.

Ia menjelaskan, pemerintah kini mempertimbangkan banyak faktor dalam menentukan sumber impor minyak, mulai dari kualitas minyak mentah, lokasi pengiriman, waktu distribusi, hingga perubahan harga internasional yang terus bergerak.

“Kan kita mengadakan minyak itu ada dari Timur Tengah, kemudian ada dari Afrika, kemudian ada dari Amerika juga, ada dari Rusia,” kata Yuliot.

Yuliot menambahkan, pengaturan baru tersebut juga disusun agar mekanisme impor tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

“Jadi pada saat ini jangan menjadi permasalahan hukum di belakang hari, itu juga diatur,” kata Yuliot.

Pernyataan itu sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintah mulai membuka opsi sourcing minyak global yang lebih luas di tengah kebutuhan menjaga stabilitas pasokan energi nasional.

Sebelumnya, isu kerja sama energi Indonesia-Rusia turut mengemuka dalam forum joint commission antara kedua negara yang tahun ini digelar di Kazan, Rusia. Pembahasan kerja sama mencakup sektor ekonomi, perdagangan, energi, pendidikan, hingga pengembangan teknologi.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

UPDATE

Perlindungan Orang Utan Kalimantan dari Karhutla Terus Diperkuat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:43

Benarkah Hari Kliwon Lebih Rawan Kecelakaan?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:17

Lindungi Kehidupan Nelayan, KKP Segel Tambak Udang Tak Berizin di Karimunjawa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:46

Pasis Dikreg Seskoad Peroleh Doktrin Kepemimpinan dari Wapang TNI

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:20

Dampak MBG Bikin Konsumsi Protein Anak Naik hingga Hampir 80 Persen

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:57

Ekonomi Biru Dijaga, Nelayan Disejahterakan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:40

Peradi Profesional Dukung Langkah Presiden Bersih-bersih Mafia Tambang

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:16

DPR Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik di Batam-Bintan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:59

Staf Ahli Kapolri Pastikan Penanganan Maksimal Kabut Asap di Kalteng

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:43

Kepala BRAN dan Menteri PKP Bidik Percepatan Lahan untuk Rumah Rakyat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:20

Selengkapnya