Berita

Presiden AS Donald Trump (Foto: Gedung Putih)

Global

Trump Kritik Kesepakatan Obama dengan Iran di Masa Lalu

SENIN, 25 MEI 2026 | 13:28 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan kritik keras terhadap kesepakatan nuklir Iran yang dicapai pada era pemerintahan Barack Obama. 

Melalui unggahan di platform Truth Social pada Senin, 25 Mei 2026, Trump menyebut perjanjian tersebut sebagai salah satu kesepakatan terburuk yang pernah dibuat oleh Amerika Serikat.

Trump menilai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) yang ditandatangani pada 2015 justru membuka peluang bagi Teheran untuk mengembangkan kemampuan nuklir. 


Karena itu, ia menegaskan bahwa negosiasi yang saat ini berlangsung antara Washington dan Iran di bawah pemerintahannya memiliki pendekatan yang sama sekali berbeda.

“Salah satu kesepakatan terburuk yang pernah dibuat oleh negara kita adalah Kesepakatan Nuklir Iran, yang diajukan dan ditandatangani oleh Barack Hussein Obama dan para amatir di pemerintahan Obama. Itu adalah jalan langsung menuju Iran untuk mengembangkan senjata nuklir” tulis Trump.

Menurut Trump, pembicaraan dengan Iran saat ini berjalan secara tertib dan konstruktif. Ia juga mengaku telah menginstruksikan para perunding Amerika Serikat agar tidak tergesa-gesa mencapai kesepakatan karena posisi Washington dinilai masih menguntungkan. 

“Negosiasi berjalan dengan tertib dan konstruktif, dan saya telah memberi tahu perwakilan saya untuk tidak terburu-buru mencapai kesepakatan karena waktu masih berpihak kepada kita,” ujarnya.

Trump menegaskan berbagai pembatasan terhadap Iran akan tetap diberlakukan hingga kesepakatan benar-benar rampung dan disahkan. 

Ia juga mengingatkan bahwa tujuan utama perundingan adalah memastikan Iran tidak mengembangkan maupun memperoleh senjata nuklir.

“Mereka harus memahami bahwa mereka tidak dapat mengembangkan atau memperoleh senjata atau bom nuklir,” tegasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya