Berita

Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia KH Imam Jazuli menggelar workshop bertahap bagi para pengasuh pondok pesantren dari berbagai daerah. (Foto: istimewa)

Politik

Kiai Imam Jazuli Perkuat Inovasi Pesantren Lewat Workshop Nasional

SENIN, 25 MEI 2026 | 11:52 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia KH Imam Jazuli menggelar workshop bertahap bagi para pengasuh pondok pesantren dari berbagai daerah di Indonesia guna mendorong percepatan transformasi dan inovasi di lingkungan pesantren. Program berskala nasional itu telah mulai dijalankan sejak 2025.

“Banyak peserta workshop terdahulu yang datang ke saya dan menyampaikan bahwa manfaat kegiatan tersebut sangat signifikan bagi perubahan pesantren. Karena itu, kali ini workshop dirancang lebih sistematis, detail, dan membumi. Bahkan akan dilanjutkan dengan pendampingan agar dampaknya lebih powerful,” katanya, Senin, 25 Mei 2026.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan pesantren, sekaligus untuk meningkatkan pertumbuhan jumlah santri di tiap pesantren.


“Ketika pesantren semakin mampu menghasilkan santri-santri yang berhasil di dunia dan di akhirat, kepercayaan masyarakat akan semakin kuat,” tambahnya.

Untuk menyasar pengasuh pesantren di 34 provinsi, panitia menargetkan workshop akan dilaksanakan di tiap pekan dan akan selesai di bulan Desember tahun 2026.

Adapun kuota peserta di Pulau Jawa diperkirakan 400 per provinsi sehingga total 2000 peserta. Khusus untuk Jabar, 400 pengasuh pesantren Jabar akan selesai di awal bulan Juni, lalu dilanjutkan untuk workshop 1600 pengasuh pesantren mulai Juni sampai Agustus 2026 dari wilayah Jateng, Jatim, Jakarta dan Banten.

Untuk luar Jawa diperkirakan per provinsi sekitar 100-150 peserta sehingga estimasi total 3000. Secara keseluruhan, workshop ini menargetkan 5000 pengasuh pesantren di seluruh Indonesia.

Seluruh kegiatan ini disponsori penuh oleh Pesantren Bina Insan Mulia dan Imam Jazuli Foundation. Para peserta mendapatkan fasilitas transportasi, akomodasi, sertifikat, dan buku panduan. Peserta juga berkesempatan mendapatkan doorprize untuk menginap di Aston Hotel, ziarah walisongo, dan jalan-jalan ke luar negeri.

Gerakan di tahun 2026 ini telah dimulai dari pengasuh pesantren Wilayah III Cirebon yang meliputi Cirebon, Kuningan, Majalengka, dan Indramayu. Workshop ini dirancang khusus untuk pengasuh pesantren yang memiliki santri 100 sampai 1000 santri. Dari hasil seleksi panitia, terpilih sebanyak 108 peserta dari wilayah III Cirebon.

“Pesantren harus belajar dari runtuhnya korporasi besar dunia yang gagal merespons perubahan dengan cepat. Kematian organisasi bukan karena perubahan, tetapi karena kegagalan strategi dalam menghadapi perubahan," kata Kiai Imjaz, panggilan akrabnya.

Pengasuh Pesantren Akmala Sabila Cirebon, Dr. KH. Habib Khaerussani, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari workshop tersebut. Menurutnya, pembahasan mengenai perubahan pesantren memang kerap disampaikan di berbagai forum, namun umumnya masih sebatas motivasi semata.

Dalam workshop ini, lanjutnya, para peserta tidak hanya memperoleh dorongan semangat, tetapi juga strategi, metode, sistem, hingga panduan teknis yang jelas dan terukur untuk melakukan transformasi di lingkungan pesantren. Bahkan, ia juga berkesempatan membawa pulang doorprize berupa voucher menginap di hotel.

Selanjutnya Pengasuh Pesantren Miftahul Mubarak Kuningan, KH. Asep Abdul Aziz, SH, menilai workshop tersebut membuka wawasan baru tentang transformasi pesantren, mulai dari pembenahan sistem pembelajaran, penyusunan kurikulum yang menarik, peningkatan layanan kepada santri, wali santri, dan masyarakat, hingga strategi menambah jumlah santri. Ia menyebut materi yang diberikan sulit ditemukan di tempat lain.

Sementara itu, Pengasuh Pesantren Al-Amin Kuningan, KH. Ence Burhanuddin, M.Pd., mengaku seluruh materi yang disampaikan dalam workshop sangat berbobot dan relevan dengan kebutuhan pesantren saat ini. 

Menurutnya, KH Imam Jazuli menyampaikan materi dengan gaya yang menarik sehingga peserta tetap antusias hingga akhir acara. Penyampaian materi juga didukung fakta, data riset, pemikiran, serta pengalaman yang langsung menyasar inti persoalan beserta solusinya. 

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DJP Blokir Rekening 57 Penunggak Pajak, Nilainya Tembus Rp80 Miliar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:08

Rakernas Haji Bahas Dua PR Besar: Kesehatan Jemaah dan Layanan Mina

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:58

MUI: LGBT dan Koruptor Itu Pelanggar HAM Berat!

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:51

Komisi XIII DPR Dukung Prabowo Terbitkan Perpres Tata Kelola Koperasi Merah Putih

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:32

Kondisi Korban Penyekapan Mau Print Membaik, Namun Trauma Masih Membekas

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:13

Komisi XIII DPR Soroti Dugaan Tambang Tanpa AMDAL: Ini Negara Apa?

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:57

Harga Emas Antam Terbang Rp19.000 di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Rp2,67 Juta

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:35

IHSG Sepekan Melemah, Nilai Transaksi Anjlok Hampir 36 Persen

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:33

Skema Modal BPR Lebih Fleksibel, OJK Tegaskan Sanksi bagi Pelanggar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:57

Kapolda Metro Jaya Bentuk Tim Terpadu Tangani Kasus Penyekapan Karyawan Mau Print

Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:42

Selengkapnya