Berita

Unggah Presiden AS Donald Trump di Truth Social (Tangkapan layar RMOL dari akun @realDonaldTrump)

Global

Trump Singgung Peluang Iran Gabung Abraham Accords

SENIN, 25 MEI 2026 | 07:07 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan pemerintahannya tidak akan terburu-buru mencapai kesepakatan nuklir baru dengan Iran. 

Menurut Trump, proses negosiasi yang sedang berlangsung saat ini berjalan lebih baik dibanding perjanjian nuklir era pemerintahan Barack Obama.

Melalui unggahan di akun Truth Social, Trump mengatakan dirinya telah meminta para perwakilan AS agar menjalani proses negosiasi secara hati-hati karena waktu dinilai masih berpihak kepada Washington.


“Negosiasi berlangsung secara tertib dan konstruktif, dan saya telah memberi tahu para perwakilan saya agar tidak terburu-buru mencapai kesepakatan karena waktu berada di pihak kita,” tulis Trump, dikutip Senin 25 Mei 2026. 

Trump juga memastikan AS tetap mempertahankan blokade terhadap Iran hingga tercapai kesepakatan resmi yang telah disertifikasi dan ditandatangani kedua pihak. Ia menegaskan seluruh proses harus dilakukan dengan cermat agar tidak terjadi kesalahan.

Selain itu, Trump kembali melontarkan kritik terhadap perjanjian nuklir Iran pada era Obama. Ia menyebut kesepakatan tersebut sebagai salah satu perjanjian terburuk yang pernah dibuat AS karena dianggap membuka peluang bagi Iran mengembangkan senjata nuklir.

Menurut Trump, pendekatan pemerintahannya saat ini merupakan kebalikan dari kebijakan sebelumnya. Ia menegaskan tujuan utama negosiasi adalah memastikan Iran tidak dapat mengembangkan maupun memperoleh senjata nuklir.

Trump juga menyebut hubungan antara AS dan Iran mulai bergerak ke arah yang lebih profesional dan produktif. Meski demikian, ia kembali menekankan bahwa Iran tidak boleh memiliki bom ataupun senjata nuklir.

Dalam pernyataannya, Trump turut mengapresiasi dukungan negara-negara Timur Tengah terhadap proses pembicaraan tersebut. Ia berharap kerja sama regional semakin kuat melalui perluasan Abraham Accords.

Bahkan, Trump membuka kemungkinan Iran suatu hari nanti ikut bergabung dalam Abraham Accords.

“Siapa tahu, mungkin Republik Islam Iran juga ingin bergabung,” tulis Trump.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Gibran Mundur Saja

Selasa, 03 November 2026 | 04:20

Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun

Selasa, 03 November 2026 | 04:08

MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 November 2026 | 03:17

DJP Buka-bukaan soal Pajak Digital yang Disebut Hashim

Selasa, 03 November 2026 | 03:05

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Putusan MA soal Suket Gibran Jadi Momentum Akhiri Bayang-Bayang Jokowi

Selasa, 03 November 2026 | 02:13

Sikap Responsif Kapolri Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 03 November 2026 | 02:05

RI Pamer Latihan Militer Gabungan Tiga Bidang di Forum Pertahanan ASEAN

Selasa, 03 November 2026 | 01:40

Anies Temui Seniman Iman Soleh di Bandung, Ini Kisahnya

Selasa, 03 November 2026 | 01:29

PAM Jaya Sumbang Dividen Rp257 Miliar

Selasa, 03 November 2026 | 01:07

Selengkapnya