Berita

PT Pertamina Hulu Energi (PHE). (Foto: Dok. Pertamina)

Bisnis

Gandeng Korsel, Anak Usaha Pertamina Incar Investasi Rp9,8 Triliun dan 2.000 Pekerja Baru

MINGGU, 24 MEI 2026 | 19:24 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Proyek penangkapan dan penyimpanan karbon lintas negara (cross-border CCS) antara Indonesia dan Korea Selatan berpotensi membawa berkah ekonomi yang luar biasa. PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menaksir investasi jumbo hingga 600 juta Dolar AS atau setara Rp9,8 triliun siap mengalir ke dalam negeri.

Tak hanya menyedot investasi asing, proyek raksasa ini juga diproyeksikan mampu membuka hingga 2.000 lapangan kerja baru bagi masyarakat pada fase konstruksi, untuk setiap kapasitas penyimpanan 1 juta ton CO2 per tahun (MTPA).

Langkah konkret ini ditandai dengan penandatanganan Joint Study Agreement (JSA) antara PHE, ExxonMobil Low Carbon Solutions Indonesia Limited, SK Innovation, dan SK Earthon dalam gelaran IPA Convex 2026 di ICE BSD, Tangerang.


Corporate Secretary PHE, Hermansyah Y Nasroen menegaskan, kolaborasi ini merupakan tonggak sejarah baru dalam industri rendah karbon Indonesia sekaligus membuka pintu investasi internasional selebar-lebarnya.

“Inisiatif ini tidak hanya menjadi bagian dari upaya dekarbonisasi, tetapi juga membuka peluang investasi baru, transfer teknologi, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pengembangan CCS di kawasan Asia Pasifik,” ujar Hermansyah dalam keterangannya yang dikutip Minggu, 24 Mei 2026.

Dalam kesepakatan studi bersama ini, tim ahli akan mengkaji kelayakan pengiriman karbon dioksida (CO2) dari pabrik-pabrik di Republik Korea untuk dikirim dan disimpan secara aman di dalam perut bumi Indonesia, tepatnya di CCS Hub Asri Basin.

Kerja sama ini mencakup transfer teknologi mutakhir terkait rantai nilai CCS (CCS value chain) serta penyusunan kerangka kerja lintas batas yang meliputi aspek regulasi dan standar teknis antarkedua negara.

Dokumen JSA ini diteken langsung oleh jajaran bos dunia, yakni Direktur Utama PHE Awang Lazuardi, President ExxonMobil Low Carbon Solutions Indonesia Egon E Van Der Hoeven, Vice President SK Innovation Jongmun Lee, serta Vice President SK Earthon Dooyun Park.

Di sisi lain, untuk menjaga reputasi proyek bernilai triliunan rupiah ini dari praktik lancung, PHE memastikan seluruh operasionalnya patuh pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Anak usaha Pertamina ini menerapkan kebijakan Zero Tolerance on Bribery melalui implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah tersertifikasi standar internasional ISO 37001:2016.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

Panen Raya TNI, Presiden Prabowo: Saya Bahagia Hari Ini

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:57

UPDATE

Pendaftaran MagangHub Angkatan II Batch 1 Masih Dibuka, Begini Caranya

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:59

Sesat Pikir Program MBG

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:45

Demi Lunasi Utang Pinjol, Seorang Wanita Hampir Disetubuhi Debt Collector

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:18

Cinta dan Benci Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:59

Saatnya Generasi Milenial Tampil Tentukan Nasib Bangsa di Pemilu 2029

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:40

Sumpah Sudaryono dan Donny

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:20

49 Startup Binaan IPB University Didorong jadi Produk Unggulan Nasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 03:50

Prabowo-Anies Flagships

Kamis, 23 Juli 2026 | 03:25

TelkomGroup Perkuat Peran Penggiat Budaya Lewat CAMG 2026

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:59

Negara OKI Didesak Bantu Iran Hadapi Agresi AS dan Israel

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:45

Selengkapnya