Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Politik

Haji 2026, Ketua Komisi VIII DPR Minta Pemerintah Waspadai Tantangan Fase Armuzna

SABTU, 23 MEI 2026 | 09:35 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi VIII DPR RI mengingatkan pemerintah agar mengantisipasi secara serius berbagai tantangan menjelang fase Armuzna yang menjadi puncak pelaksanaan ibadah haji 2026. 

Fase perjalanan jemaah dari Arafah, Muzdalifah, hingga Mina (Armuzna) dinilai sebagai tahapan paling krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKB, Marwan Dasopang, mengatakan tantangan selama fase Armuzna jauh lebih berat dibandingkan tahapan sebelumnya sehingga pemerintah diminta meningkatkan kesiapan layanan bagi jemaah.


“Sebentar lagi kita akan memasuki perjalanan ibadah haji menuju Armuzna. Menjelang Armuzna inilah yang perlu hati-hati, karena tantangannya jauh lebih berat dibanding fase sebelumnya,” kata Marwan kepada wartawan di Jakarta, Sabtu, 23 Mei 2026.

Menurutnya, sebagian persoalan yang muncul selama Armuzna memang berada di luar kendali pemerintah Indonesia karena berkaitan dengan sistem layanan dan otoritas di Arab Saudi. Namun demikian, pemerintah tetap diminta menyiapkan langkah antisipasi serta skenario alternatif agar pelayanan terhadap jemaah tetap optimal.

Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah ketersediaan makanan cepat saji bagi jemaah selama fase Armuzna. Marwan menilai distribusi konsumsi harus dipastikan sudah diterima jemaah sebelum keberangkatan menuju Arafah.

“Kalau makanan cepat saji tidak tersedia, itu akan menjadi problem serius. Sebab pada fase Armuzna, distribusi makanan dari dapur umum sudah tidak bisa berjalan normal karena keterbatasan akses dan mobilitas,” ujarnya.

Ia mengingatkan agar makanan sudah diterima jemaah paling lambat pada 6 Zulhijah sore, sehingga para jemaah masih memiliki persediaan konsumsi ketika mulai bergerak menuju Armuzna pada 7 dan 8 Zulhijah.

Selain konsumsi, Marwan juga menyoroti kesiapan transportasi bus yang menjadi faktor vital dalam mobilisasi jemaah. Menurutnya, gangguan transportasi dapat berdampak luas terhadap layanan lainnya, mulai dari distribusi makanan hingga penempatan jemaah di tenda Armuzna.

“Kalau bus bermasalah, dampaknya akan ke mana-mana. Bisa mengganggu distribusi konsumsi, penempatan tenda, sampai memperlambat mobilitas jemaah,” katanya.

Politikus PKB itu juga mengingatkan tingginya risiko kelelahan jemaah saat pelaksanaan lempar jumrah di Jamarat. Fase tersebut dinilai menjadi salah satu periode dengan tingkat kelelahan dan risiko kesehatan tertinggi bagi jemaah haji.

“Jemaah biasanya sudah dalam kondisi sangat lelah ketika dari Mina menuju Jamarat lalu kembali lagi ke Mina. Ini harus benar-benar diantisipasi karena pada fase-fase seperti itu angka kematian pada tahun-tahun sebelumnya juga cukup tinggi,” tuturnya.

Marwan mengaku mulai melihat adanya indikasi kekurangsiapan, khususnya terkait penyediaan makanan cepat saji yang disebut baru disiapkan satu kali pada H-2 Armuzna. Padahal, pemberangkatan jemaah dilakukan dalam beberapa gelombang dari pagi hingga malam hari.

“Kalau yang berangkat siang atau malam, lalu mereka makan apa? Ini yang harus segera dicarikan jalan keluar karena pada fase itu restoran juga sudah banyak yang tutup,” tegasnya.

Meski demikian, Marwan tetap mengapresiasi penyelenggaraan ibadah haji tahun ini yang dinilainya lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia menilai pelayanan terhadap jemaah hingga saat ini berjalan cukup baik.

“Kita mengapresiasi pelayanan jemaah sampai hari ini cukup baik. Tapi jangan sampai menjadi lengah dan terlalu percaya diri, karena dua hari ke depan justru tantangannya semakin berat,” pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya