Berita

Ilustrasi Sejarah Bandara Kertajati yang Dilirik AS Jadi Bengkel Pesawat (Sumber: Gemini Generated Image)

Otomotif

Jejak Sejarah Bandara Kertajati yang Dilirik AS Jadi Bengkel Pesawat

JUMAT, 22 MEI 2026 | 19:02 WIB | OLEH: TIFANI

Bandara Kertajati menjadi sorotan setelah muncul kabar adanya tawaran dari Amerika Serikat (AS) untuk menjadikannya sebagai “bengkel” pesawat angkut Hercules di kawasan Asia. Kabar tersebut dikonfirmasi oleh Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Prabowo Subianto, yang mengajukan Bandara Kertajati di Majalengka sebagai pusat Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) pesawat angkut berat C-130 Hercules.

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan hal ini dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi I DPR dengan Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan TNI pada Selasa (19/5/2026). Bandara Kertajati dipilih dengan mempertimbangkan ketersediaan lahan yang luas serta fasilitas penerbangan yang dinilai sudah memadai.

Sejarah Bandara Kertajati


Mengutip laman BIJB, pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati telah digagas sejak era Presiden Megawati Soekarnoputri, ketika kebutuhan akan bandara baru di Jawa Barat mulai meningkat. Studi kelayakan proyek ini dilakukan sejak 2003, disusul dengan penetapan lokasi pada 2005. 

Saat itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bahkan menyatakan kesiapan untuk membiayai pembangunan melalui APBD. Namun, realisasi proyek berjalan lambat dan belum terealisasi hingga beberapa tahun berikutnya.

Setelah melalui berbagai evaluasi, pemerintah pusat akhirnya mengambil alih. Proyek ini kemudian didukung oleh pendanaan APBN, dengan proses pembebasan lahan dan pembangunan awal dimulai pada 2014.

Bandara Kertajati kemudian ditetapkan sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), yang mempercepat proses pembangunannya. Konstruksi fisik berlangsung pada periode 2015 hingga 2017. 

Bandara ini resmi beroperasi pada 24 Mei 2018, ditandai dengan pendaratan perdana pesawat kepresidenan. Pada tahap awal operasional, landasan pacu sepanjang 2.500 meter sudah dapat digunakan untuk pesawat berbadan sedang.

Dari sisi investasi, pembangunan Bandara Kertajati menelan biaya sekitar Rp2,6 triliun, dengan dukungan dari pemerintah dan pihak swasta. Saat ini, pengelolaan bandara berada di bawah PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB), sebuah BUMD yang dibentuk untuk mengelola operasional bandara tersebut.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya