Berita

Kerja sama PGN, PHE, dan PT Pupuk Indonesia. (Foto: Dok. Pertamina)

Bisnis

PGN-PHE-Pupuk Indonesia Kolaborasi Kembangkan Amonia Hijau

JUMAT, 22 MEI 2026 | 17:33 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memperluas portofolio bisnis hijau dengan menggandeng PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dan PT Pupuk Indonesia (Persero) menggarap studi raksasa terkait ekosistem Carbon Capture and Storage (CCS) demi memproduksi amonia rendah karbon (blue ammonia).

Sinergi kakap antar-BUMN ini diresmikan lewat penandatanganan Joint Study Agreement (JSA) di sela-sela perhelatan hari kedua IPA Convex 2026 di ICE BSD, Tangerang, Kamis, 21 Mei 2026.

Lewat kerja sama ini, ketiga pihak bakal mengupas tuntas kelayakan teknis, legalitas, hingga kalkulasi komersial ekosistem CCS. Rantai pasok ini dirancang terintegrasi, mulai dari penangkapan emisi karbon di pabrik, pengangkutan, hingga injeksi CO2 ke perut bumi secara aman.


Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Hery Murahmanta membeberkan dalam megaproyek ini, PGN memegang peran krusial sebagai urat nadi pengangkutan emisi.

“Dalam kerja sama CCS ini, PGN mengambil peran sebagai penyedia transportasi CO2. Langkah ini merupakan salah satu pilar penting dalam strategi step out PGN untuk memperluas portofolio bisnis ke ranah energi bersih dan dekarbonisasi,” tegas Hery kepada redaksi, Jumat, 22 Mei 2026.

Guna memangkas biaya investasi dan mempercepat operational, PGN tidak akan membangun jalur dari nol. Emiten bersandi saham PGAS ini bakal memanfaatkan aset Right of Way (ROW) atau jalur bebas hambatan pada jaringan pipa gas bumi eksisting miliknya untuk dikonversi menjadi koridor transportasi CO2.

“Pemanfaatan ROW jalur pipa eksisting akan mempercepat integrasi ekosistem CCS secara efisien, sekaligus menegaskan peran kami sebagai transporter utama CO2 ke depan,” ujar Hery optimis.

Sebagai tahap awal, studi bersama ini akan membidik dua wilayah industri paling gemuk di Indonesia, yakni Jawa Barat dan Jawa Timur. Kedua wilayah ini dipilih lantaran memiliki klaster industri dengan intensitas emisi karbon tinggi yang sangat membutuhkan solusi dekarbonisasi.

Kolaborasi segitiga ini diharapkan menjadi pionir penangkapan karbon di tanah air. Dengan mengombinasikan keahlian hulu milik PHE, infrastruktur distribusi PGN, serta kapasitas produksi pupuk milik Pupuk Indonesia, proyek ini diyakini mampu menelurkan nilai ekonomi baru yang ramah lingkungan.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Suahasil Puji Bea Cukai Setelah Purbaya Tersingkir, Ada Apa Nih?

Minggu, 20 September 2026 | 19:41

Tim Qonun Asasi Sebut Wacana Muktamar Ulang NU Tak Punya Dasar

Minggu, 20 September 2026 | 19:29

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Rusia Gelar Pemilu Parlemen di Wilayah Ukraina yang Diduduki

Minggu, 20 September 2026 | 18:48

Negosiasi dengan Houthi, Solusi Arab Saudi

Minggu, 20 September 2026 | 18:43

Datangi Pospera, Ratusan Warga Minta Turunkan Desil

Minggu, 20 September 2026 | 18:18

Honor Play 11 Resmi Meluncur, Bawa Baterai Jumbo 8.300 mAh

Minggu, 20 September 2026 | 18:06

Timur Tengah Memanas, Trump Cepat-cepat Tinggalkan Camp David

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

Apa Itu Perairan Masalembo yang Dijuluki Segitiga Bermuda Indonesia?

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

BNI dan Unpad Perkuat Ekosistem Kampus melalui Layanan Digital Terintegrasi

Minggu, 20 September 2026 | 17:28

Selengkapnya