Berita

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim (Foto: Istimewa)

Global

MUI Tegaskan Pembebasan Sembilan WNI Tidak Ada Hubungannya dengan BoP

JUMAT, 22 MEI 2026 | 11:27 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim menegaskan bahwa pembebasan sembilan WNI relawan Global Sumud Flotilla dari tangan Israel merupakan buah dari keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP). 

Menurutnya, narasi tersebut tidak sesuai dengan fakta dan berpotensi mengaburkan peran pihak-pihak yang selama ini bekerja keras mengupayakan pembebasan para relawan.

Dalam keterangan tertulis, Jumat, 22 Mei 2026, Sudarnoto menegaskan bahwa keberhasilan membebaskan sembilan WNI merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah melalui jalur diplomasi dan berbagai elemen masyarakat yang konsisten mengawal perjuangan kemanusiaan untuk Palestina.


"Saya ingin tegaskan bahwa pembebasan ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan BOP. Pembebasan ini adalah upaya bersama pemerintah melalui jalur diplomasinya dan masyarakat yang dilakukan berbagai organisasi seperti MUI, lembaga lembaga filantropi dan bela Palestina, aktor media dan sebagainya. Peran para tokoh bangsa dan ulama juga penting dengan caranya masing masing," kata Sudarnoto.

Lebih lanjut, ia menilai pembebasan para relawan Global Sumud Flotilla menjadi pelajaran penting bahwa perjuangan yang dijalankan secara kolektif dan penuh kesungguhan dapat menghasilkan capaian nyata. 

Karena itu, menurutnya, semangat persatuan harus terus dijaga untuk memperkuat dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sekaligus mendorong lahirnya sanksi internasional bagi Israel.

"Kunci untuk membebaskan Palestina dan menyeret agar Israel diberikan sanksi internasional, adalah kebersamaan dan kesungguhan," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Sudarnoto melontarkan kecaman keras terhadap tindakan Israel yang mencegat dan menahan para relawan kemanusiaan. 

Menurutnya, tindakan tersebut tidak hanya melanggar hukum internasional, tetapi juga mencederai nilai-nilai kemanusiaan dan akal sehat, terlebih dengan adanya perlakuan kasar terhadap para aktivis yang membawa misi kemanusiaan.

"IDF juga memperlakukan para pejuang kemanusiaan ini dengan sangat kasar, tidak manusiawi. Layak mereka ini dikutuk oleh semua orang," pungkasnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Perempuan Tani HKTI Terapkan Teknologi IoT, Pangkas Penggunaan Pupuk hingga 50 Persen

Minggu, 01 November 2026 | 12:32

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

PTKIN Siapkan Langkah agar Inovasi Mahasiswa Tak Berhenti di Ajang Lomba

Minggu, 01 November 2026 | 11:56

Kloter Pertama Haji 2027 Terbang 11 April, Ini Jadwal Lengkapnya

Minggu, 01 November 2026 | 11:50

Imigrasi Sudah Cegah Ahmad Dedi ke Luar Negeri Atas Permintaan KPK

Minggu, 01 November 2026 | 11:36

Puluhan Orang Diamankan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari

Minggu, 01 November 2026 | 11:30

Maroko Sambut Keputusan PBB Akhiri Misi MINURSO di Sahara Barat

Minggu, 01 November 2026 | 11:17

Citra Polri Bisa Rusak Akibat Dua Kejadian Ini

Minggu, 01 November 2026 | 11:05

Ombudsman Ingatkan Polri Jaga Etika dan Hormati HAM saat Penggeledahan

Minggu, 01 November 2026 | 10:48

PPK Ajak Masyarakat Berperan bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan

Minggu, 01 November 2026 | 10:42

Selengkapnya