Berita

Platform Polymarket/Net

Tekno

Apa Itu Platform Polymarket yang Sedang Ramai Dibahas di X?

JUMAT, 22 MEI 2026 | 10:52 WIB | OLEH: ANANDA GABRIEL

Jagat media sosial X di Indonesia baru-baru ini digemparkan oleh kemunculan sebuah bursa taruhan yang menyinggung stabilitas politik Tanah Air.

Perhatian publik tersedot tajam setelah platform bernama Polymarket merilis sebuah pasar prediksi bertajuk “Prabowo Subianto out as President of Indonesia by…?” pada Kamis (21/5/2026).

Di tengah ramainya perbincangan warganet, banyak yang mempertanyakan apa sebenarnya Polymarket dan bagaimana cara kerjanya.


Polymarket merupakan sebuah platform pasar prediksi terdesentralisasi yang beroperasi di atas teknologi blockchain Ethereum dan Polygon.

Platform ini dibangun sebagai alternatif dari pasar prediksi tradisional, dengan menawarkan transparansi tinggi di mana seluruh transaksinya tercatat secara publik dan tidak dapat diubah.

Melalui sistem tanpa perantara ini, pengguna dari seluruh dunia dapat bertaruh terhadap hasil suatu peristiwa di masa depan, mulai dari isu politik, ekonomi, hingga olahraga.

Cara kerjanya terbilang unik; pengguna dapat membeli posisi "Yes" atau "No" terhadap sebuah probabilitas kejadian.

Harga dari setiap posisi tersebut akan bergerak dinamis mengikuti aktivitas transaksi, yang pada akhirnya dianggap sebagai cerminan probabilitas pasar terhadap terjadinya suatu peristiwa.

Hasil akhir dari setiap taruhan nantinya akan ditentukan berdasarkan sumber-sumber resmi atau referensi terpercaya.

Meskipun menawarkan biaya transaksi yang lebih rendah dan likuiditas besar, pihak platform secara tegas memperingatkan bahwa aktivitas perdagangan prediksi ini membawa risiko kerugian finansial yang sangat tinggi.

Di Indonesia sendiri, akses menuju situs Polymarket sesungguhnya telah diblokir oleh pemerintah.

Terkait viralnya pasar prediksi mengenai posisi Presiden Prabowo yang menyangkut simbol kenegaraan ini, hingga kini masih belum ada tanggapan atau pernyataan resmi dari pihak pemerintah Indonesia.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya