Berita

Kantor Danantara Indonesia. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Danantara Jamin Kontrak Ekspor Lama Tetap Aman

KAMIS, 21 MEI 2026 | 23:42 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara Pandu Sjahrir memastikan pembentukan badan ekspor pemerintah tidak akan mengganggu kontrak-kontrak ekspor yang sudah berjalan saat ini.

Menurut Pandu, seluruh kontrak existing tetap akan dijalankan seperti biasa agar tidak menimbulkan gangguan terhadap aktivitas bisnis maupun iklim investasi.

“Kontrak existing pasti kan tetap ada, akan jalan, sekarang kita nggak mau disrupt anything with respect to kontrak-kontrak yang existing, kita ingin semuanya lancar, berjalan dengan baik,” kata Pandu di Jakarta pada Kamis, 21 Mei 2026.


Ia menambahkan, pemerintah juga tengah menyerap berbagai masukan dari pelaku industri hingga asosiasi usaha untuk memastikan skema badan ekspor yang baru tidak menghambat kegiatan bisnis.

“Nanti kita akan, semuanya nih kita lagi dapet masukan juga dari industri, bakal ketemu asosiasi juga nanti, dan ketemu pemain-pemain the next 2 days, so it should be okay lah,” tandasnya.

Sebagai informasi, pemerintah sebelumnya menunjuk PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), anak usaha baru Danantara sebagai pengelola perdagangan ekspor komoditas strategis nasional. 

Perusahaan tersebut disiapkan untuk memperkuat tata kelola ekspor-impor, terutama pada sektor batu bara, kelapa sawit dan ferroalloy.

Danantara menjelaskan implementasi DSI akan dilakukan secara bertahap. Pada fase awal, perusahaan hanya akan berperan sebagai perantara perdagangan komoditas ekspor. 

Selanjutnya, DSI ditargetkan bertransformasi menjadi trader komoditas yang membeli pasokan dari dalam negeri untuk kemudian dijual ke pasar global.

Presiden Prabowo Subianto mengatakan langkah tersebut diperlukan untuk memperkuat kontrol perdagangan komoditas strategis sekaligus menekan praktik under invoicing yang selama ini dinilai merugikan negara.


Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya