Berita

Direktur SPPU Pertamina Emma Sri Martini. (Foto: Dok. Pertamina)

Bisnis

Di Depan Mahasiswa, Direktur Pertamina Beberkan Strategi Jaga Ketahanan Energi Nasional

KAMIS, 21 MEI 2026 | 18:19 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

PT Pertamina (Persero) terus mematangkan langkah strategis demi mengamankan pasokan energi nasional. Langkah ini ditempuh melalui optimalisasi sumber daya domestik, menggenjot produksi minyak dan gas bumi (migas), menekan angka impor, hingga mempercepat pengembangan bisnis rendah karbon yang berkelanjutan.

Strategi tersebut dipaparkan langsung oleh Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha Pertamina, Emma Sri Martini di hadapan puluhan mahasiswa dalam sesi Students Meet The Global Executives pada ajang IPA Convex 2026 di ICE BSD, Tangerang, Rabu, 20 Mei 2026.

Dalam forum pameran hulu migas terbesar di Indonesia itu, Emma menyoroti tantangan berat geopolitik global serta posisi Indonesia yang saat ini berstatus sebagai negara net importir energi. Kondisi ini menjadi alarm sekaligus perhatian utama dalam menjaga kedaulatan energi.


“Ini adalah pekerjaan rumah kita. Juga menjadi pekerjaan rumah Indonesia, mengenai bagaimana ketahanan energi menjadi target kita, bahkan dalam 4–5 tahun ke depan sesuai mandat Presiden,” tegas Emma.

Guna menjawab tantangan tersebut, Emma membeberkan bahwa fokus utama Pertamina dalam beberapa tahun ke depan adalah mengoptimalkan potensi domestik untuk mendongkrak produksi dan lifting migas nasional.

Upaya tersebut diakselerasi melalui pemanfaatan teknologi mutakhir, penguatan kemitraan strategis, hingga mendorong dukungan fiskal dari pemerintah demi memikat investor agar mau mempercepat proses eksplorasi dan eksploitasi.

“Hal yang penting adalah bagaimana menciptakan lingkungan yang kondusif untuk meningkatkan keekonomian proyek, kelayakan proyek, dan meyakinkan Pemerintah untuk menyediakan semacam skema dan insentif fiskal yang baik bagi proyek guna mempercepat produksi dan lifting,” jelasnya.

Saat ini, lanjut Emma, Pertamina menerapkan strategi ganda (dual growth strategy), yakni mengoptimalkan bisnis eksisting yang berbasis energi fosil dan secara paralel mengembangkan bisnis rendah karbon.

Kendati demikian, porsi investasi terbesar perusahaan masih dialokasikan ke sektor hulu migas demi mengamankan produksi nasional.

Di sektor hilir, Pertamina juga konsisten menekan ketergantungan impor produk olahan. Salah satunya dengan mendukung penuh program mandatori biodiesel nasional. Setelah sukses mengimplementasikan B40, perseroan kini bersiap menuju pengembangan B50 demi memperkokoh ketahanan energi.

Selain itu, aksi korporasi lain yang dilakukan adalah melakukan revamping (peningkatan performa) kilang untuk memproduksi energi yang lebih hijau. Langkah ini mencakup pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbasis minyak jelantah (used cooking oil) melalui skema co-processing di kilang, serta rencana pembangunan biorefinery baru.

Di lokasi yang sama, VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menambahkan bahwa kehadiran jajaran direksi dalam sesi tatap muka dengan mahasiswa ini menjadi bukti nyata bahwa generasi muda merupakan pemangku kepentingan (stakeholder) yang krusial bagi perusahaan.

"Mahasiswa tidak hanya dipandang sebagai generasi penerus di masa depan, namun mahasiswa juga dapat menjadi agen perubahan di masyarakat. Dengan informasi dan pemahaman yang mereka miliki, mahasiswa dapat menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan energi bangsa," tutur Baron.

Baron menguraikan, Pertamina berkomitmen penuh mengedukasi dunia kampus melalui berbagai instrumen program, seperti Pertamina Goes To Campus (PGTC), Beasiswa Sobat Bumi, hingga program PF Muda. Melalui agenda tahunan ini, Pertamina turun langsung ke berbagai universitas di Indonesia untuk mengenalkan proses bisnis migas sekaligus memantik inovasi sosial yang berkelanjutan.

"Dengan kondisi geopolitik saat ini yang turut berdampak ke Indonesia, Pertamina mengajak mahasiswa menjadi aktor penting dalam menjaga ketahanan energi bangsa. Kami berharap generasi muda tidak hanya memahami, namun juga melakukan aksi nyata, salah satunya melalui bijak menggunakan energi," demikian Baron.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Si Jago Tua yang Dilupakan

Senin, 31 Agustus 2026 | 04:40

UPDATE

Pemerintah Didesak Tetapkan Karhutla Sebagai Bencana Nasional

Rabu, 02 September 2026 | 12:22

Anggaran Kementerian LH 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp2,57 Triliun

Rabu, 02 September 2026 | 12:16

Film Animasi Terlaris China All Wishes Come True Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

Rabu, 02 September 2026 | 11:56

Mahasiswa Indonesia Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Vladivostok

Rabu, 02 September 2026 | 11:53

Kapolri Minta Seluruh Kapolda Perkuat Pencegahan dan Pengendalian Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 11:49

Siaga 98 Minta RUU Perampasan Aset Fokus pada Perampasan Tanpa Pemidanaan

Rabu, 02 September 2026 | 11:38

Prabowo Tiba di Vladivostok, Penuhi Undangan Putin Hadiri EEF ke-11

Rabu, 02 September 2026 | 11:24

Komdigi Usul Tambahan Rp3,23 Triliun, DPR Ingatkan Ini

Rabu, 02 September 2026 | 11:19

Mending Persoalkan Kasus Judol Ketimbang Ribut Pernyataan Budi Arie

Rabu, 02 September 2026 | 11:17

AHY: Posisi Boleh Berubah, Komitmen Demokrasi Harus Terjaga!

Rabu, 02 September 2026 | 10:58

Selengkapnya