Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Setpres)

Politik

Pidato Prabowo ke Golkar Dinilai Bukan Sekadar Candaan

KAMIS, 21 MEI 2026 | 17:42 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Pengantar dan Keterangan Pemerintah atas Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal 2027 di DPR RI mengandung banyak pesan politik yang bersayap.

Menurut Hensa, sapaan akrabnya, dalam komunikasi politik, satu pernyataan dapat memunculkan beragam tafsir, terlebih jika disampaikan dalam forum resmi kenegaraan.

Ia menyoroti pernyataan Prabowo tentang Partai Golkar yang dianggap bukan sekadar momen ringan. Ia menilai pernyataan itu merupakan bentuk pengakuan terhadap pengalaman panjang Golkar dalam pemerintahan.


“Saat Pak Prabowo bercerita soal birokrat yang datang sore hari minta tanda tangan padahal kita sudah capek, lalu dia bilang 'banyak dari Golkar yang senyum, berarti pengalamannya banyak', sambil nyebut nama Bahlil Lahadalia dan Airlangga Hartarto, dan mengaku dirinya juga mantan Golkar, itu bukan sekadar bercandaan ringan, itu cara halus untuk mengakui pengalaman panjang Golkar di birokrasi dan pemerintahan, sekaligus mengingatkan bahwa Golkar adalah partai yang paling 'paham' cara kerja mesin pemerintahan," beber Hensa, Kamis, 21 Mei 2026. 

Secara keseluruhan, Founder Lembaga Survei KedaiKOPI itu menyimpulkan bahwa pidato Prabowo sarat dengan komunikasi politik berlapis. 

Menurut dia, satu kalimat dalam pidato tersebut dapat dimaknai sebagai apresiasi, pengingat, sekaligus sindiran, tergantung pada sudut pandang yang digunakan.

"Intinya, seperti biasa dalam politik, semua ucapan politisi itu bersayap. Satu kalimat sentilan bisa menjadi apresiasi sekaligus pengingat, sekaligus sindiran halus, tergantung siapa yang mendengar dan seberapa dalam ia membaca konteksnya," pungkas Hensa.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Diam-diam Nusron Wahid Datang ke KPK Tanpa Penjadwalan Pemeriksaan

Rabu, 04 November 2026 | 10:26

Harga Minyak Dunia Turun ke 103 Dolar AS

Rabu, 04 November 2026 | 10:17

Skandal Listyo Sigit jadi Pintu Masuk Seret Jokowi-Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 10:13

Kapolri Terlama yang Sukses Tanam Jagung jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Mahfud MD: Gila!

Rabu, 04 November 2026 | 09:51

Laporan Keuangan Danantara Ditarget Rampung November 2026

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

PT Djarum Bayar Cukai Tak Semestinya, Negara Rugi Triliunan Rupiah

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

Prabowo Saja Bisa Disadap Apalagi Rakyat Jelata

Rabu, 04 November 2026 | 09:41

Perkuat Hilirisasi, NTB Berpeluang Jadi Sentra Industri Kelapa

Rabu, 04 November 2026 | 09:33

Listyo Sigit Lakukan Kejahatan Paling Jahat

Rabu, 04 November 2026 | 09:30

IHSG Merah, Mayoritas Saham Berguguran

Rabu, 04 November 2026 | 09:20

Selengkapnya