Berita

Managing Director Stakeholders Management & Communications Danantara, Rohan Hafas (tengah) di Wisma Danantara, Jakarta pada Rabu, 20 Mei 2026. (Foto: RMOL/Fifi Alifia)

Bisnis

BUMN Ekspor Dibentuk Buntut Under Invoicing Rp15.400 Triliun Selama 34 Tahun

RABU, 20 MEI 2026 | 18:38 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia mengungkap pembentukan badan khusus ekspor dilakukan untuk menutup celah praktik under invoicing yang disebut telah merugikan negara hingga Rp15.400 triliun selama 34 tahun.

Managing Director Stakeholders Management & Communications Danantara, Rohan Hafas, mengatakan praktik tersebut membuat negara kehilangan potensi penerimaan pajak ekspor dalam jumlah besar.

“Nah yang selama ini disebut under invoicing. Ini data resmi dari pak presiden yang tadi disampaikan, selama 34 tahun under invoicing kalau dijumlah angkanya itu Rp15.400 triliun, jadi hampir Rp5.000 triliun per tahun under invoicing,” ujar Rohan dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Jakarta pada Rabu, 20 Mei 2026.


Ia menjelaskan, under invoicing terjadi ketika penjual dan pembeli sepakat mencantumkan harga ekspor jauh di bawah harga pasar sebenarnya, untuk menghindari pajak.

“Apa artinya under invoicing? Negara tidak menerima pajaknya, dalam arti pajak ekspor sesuai yang seharusnya didapat. Hanya seperlimanya, hanya 20 persen, 80 persen hilang, baru dari sisi itu,” katanya.

Menurut Rohan, praktik tersebut sebenarnya mudah dideteksi karena harga komoditas global dapat diakses secara terbuka melalui berbagai bursa perdagangan internasional.

Rohan menilai praktik tersebut semakin merugikan negara karena pembayaran ekspor diduga diparkir di luar negeri melalui perusahaan cangkang atau shell company, yang membeli komoditas dari Indonesia dengan harga murah.

“Nah, tapi yang ditengarai, yang di luar negeri itu bayarnya adalah shell company mereka-mereka juga,” tegasnya.

Ia menambahkan, setelah barang dijual kembali di pasar internasional dengan harga normal, keuntungan tidak pernah masuk ke Indonesia.

“Dan yang lebih merugikan negara, setelah pihak luar negeri dikirim barangnya kan, sudah bayar ke lokal, yang mana tadi mungkin afiliasinya ini kan yang di luar negeri. Dia jual lagi di pasar bebas di luar negeri, di Amerika, di Eropa, dapet uang penjualan kan? Parkir uangnya di luar negeri nggak pernah masuk, padahal itu defisit yang diharapkan oleh negara ini berpuluh-puluh tahun, 34 tahun ini dengan underpricing," jelasnya.

Menurut dia, kondisi itu membuat pasokan devisa di dalam negeri terbatas dan berdampak terhadap stabilitas nilai tukar Rupiah.

“Apa dampaknya kalau enggak kembali dananya? Ya jumlah dana-dana atau uang asing terbatas di dalam negeri, mau intervensi supply and demand jadi nggak imbang,” tegasnya lagi.

Karena itu, pemerintah membentuk PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) untuk memperkuat tata kelola ekspor komoditas strategis.

Sementara ketika ditanya mengenai pilihan pembentukan badan baru daripada menggunakan yang sudah ada, Rohan mengatakan bahwa badan yang baru jauh lebih besar karena di bawah induk BPI Danantara Indonesia.

"Ini kan direct di bawah Danantara, yang punya kapital besar, size besar Danantara," tandasnya.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bursa Asia Ambruk, Saham Teknologi Berguguran

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:30

Nasdaq Tertekan, Investor Wall Street Waspadai Inflasi AS

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:17

Bidik Pasar Modal, Dua BUMD DKI Konsultasikan Rencana IPO ke OJK

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:06

Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:46

Logam Mulia Tertekan Dolar Jelang Rilis Inflasi Amerika Serikat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:29

Pasar Eropa Hijau Didorong Saham Perbankan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13

Drone Seeder Solusi Reklamasi Lahan Pascatambang, SOP Masih Digodok

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:56

Republik Konoha dan Krisis Ketiga

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:23

Olahan Sagu Inovasi TEP IPB University Ramaikan Festival Kali Maro IV Merauke

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:57

Ijazah bagi Kekuasaan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:27

Selengkapnya