Berita

Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara, Pandu Sjahrir. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Pendirian Anak Usaha Baru Danantara Mandat Presiden Prabowo

RABU, 20 MEI 2026 | 17:59 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara, Pandu Sjahrir, mengungkapkan pihaknya mendapat mandat langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat tata kelola ekspor komoditas strategis nasional.

Mandat tersebut dijalankan melalui pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) yang akan mulai efektif beroperasi pada 1 Juni 2026 dalam kerangka BUMN.

“Sudah dibahas soal bagaimana kita menguatkan tata kelola ekspor komoditas strategis. Salah satunya adalah Danantara Indonesia ditunjuk oleh bapak presiden untuk memperkuat sistem perdagangan ekspor-impor dengan mendirikan PT Danantara Sumber Daya Indonesia,” ujar Pandu dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta pada Rabu, 20 Mei 2026.


Ia menjelaskan, DSI memiliki sejumlah fungsi utama, mulai dari memperkuat transparansi perdagangan hingga memastikan transaksi ekspor berjalan akuntabel dan sesuai harga pasar.

“DSI akan menjalankan beberapa peran. Memperkuat transparansi dan sistem pelaporan perdagangan, memastikan transaksi yang dilakukan secara akuntabel dan sesuai dengan harga pasar,” ungkapnya.

Selain itu, perusahaan tersebut juga akan mendukung optimalisasi pengelolaan devisa negara serta melakukan konsolidasi data dan tata kelola guna meningkatkan efisiensi sektor ekspor nasional.

Pandu menambahkan, implementasi sistem baru tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak pemerintah dan pelaku usaha. Menurut Pandu, pembentukan badan baru tersebut diharapkan memberi manfaat besar bagi Indonesia di tengah perdagangan global.

“Akan ada beberapa fase tadi sempat dibicarakan juga. Ini adalah one platform multiple benefit. Yang kita pengennya kalau the world is happy Indonesia should be happier. Dan ini adalah sumber daya Indonesia untuk dunia yang membawa kemakmuran sebesar-besarnya untuk rakyat Indonesia," tuturnya.

Ia memastikan Danantara akan menjalankan mekanisme baru tersebut secara terbuka dan sesuai prosedur.

“Kita akan menjalankan ini protap secara baik dan terbuka. Dan kita semoga dengan mekanisme yang baru ini kita bisa membuat hal yang jauh lebih baik lagi,” pungkasnya.

Sebelumnya, dalam pidato di DPR RI, Prabowo mengatakan kebijakan itu bertujuan memperkuat pengawasan ekspor sekaligus menekan praktik kecurangan yang selama ini dinilai merugikan negara.

“Tujuan utama kebijakannya adalah pengawasan dan monitoring serta memberantas praktik under invoicing, praktik pemindahan harga, dan pelarian devisa hasil ekspor,” tegas Prabowo pada Selasa, 20 Mei 2026.

Adapun komoditas yang akan masuk dalam skema ekspor satu pintu tersebut antara lain minyak kelapa sawit (CPO), batu bara, hingga produk mineral dan ferro alloy.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

UPDATE

Perpres Pelindungan Ojol Jangan Berhenti di Atas Kertas

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:29

Awasi Ketat Penggunaan Anggaran Operasi Modifikasi Cuaca

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:16

Sakelar Cahaya di Dalam Otak

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:04

Kartu Nikah Digital Bisa Diakses melalui Simkah, Ini Caranya!

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:44

Nusron Wahid Bikin KPK Tidak Berkutik

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:24

Dulu di Depok Banyak Maling dan Begal, Sekarang Aman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:08

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Puluhan Korban Investasi Emas Polisikan Direksi PT DGJ

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:33

Tragedi Affan dan Bambang Jangan Terulang

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:14

Selengkapnya