Berita

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Surya Paloh: Optimisme Jadi Modal Terakhir Jaga Stabilitas Rupiah

RABU, 20 MEI 2026 | 13:22 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menilai optimisme menjadi modal utama, bahkan “modal terakhir”, bagi Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah tekanan ekonomi global.

Pernyataan itu disampaikan Surya merespons target pemerintah menjaga kurs Rupiah di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per Dolar Amerika Serikat pada 2027.

“Selain optimisme apalagi yang kita punya? Modal kita yang terakhir adalah optimisme itu sendiri,” kata Surya Paloh di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.


Menurutnya, hilangnya optimisme terhadap kondisi ekonomi nasional justru akan semakin memperberat upaya menjaga stabilitas Rupiah.

“Kalaupun itu selesai ya kita tidak punya apa-apa lagi. Tapi mudah-mudahan kita masih bisa menjaga optimisme itu,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan usai pidato Presiden Prabowo Subianto dalam rapat paripurna DPR RI terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027.

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan strategi fiskal dan moneter pemerintah harus mampu menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah terhadap mata uang global.

“Strategi fiskal dan moneter kita haruslah strategi yang mampu untuk menjaga nilai tukar kita tetap stabil terhadap mata uang dunia,” kata Prabowo.

Meski mendukung arah kebijakan pemerintah, Surya mengingatkan target tersebut tidak bisa dianggap otomatis tercapai. Menurutnya, pemerintah tetap harus menyiapkan langkah cadangan apabila target yang direncanakan tidak berjalan sesuai harapan.

“Nah ini perlu perhatian kita bersama. Artinya kita mendukung pikiran-pikiran besar ini, tetapi pemerintah sendiri harus mempunyai reserve bagaimana kalau hal ini tidak teraplikasikan berjalan sesuai rencana,” tuturnya.

Populer

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

UPDATE

IShowSpeed Bertemu BTS di Belakang Panggung Final Piala Dunia 2026

Senin, 20 Juli 2026 | 18:16

Baru Dua Pekan Beroperasi, PT DSI Kelola Devisa Rp188 Triliun

Senin, 20 Juli 2026 | 18:16

Ganti Presiden Belum Tentu Ubah Keadaan

Senin, 20 Juli 2026 | 18:11

Teknologi Terkini Diandalkan untuk Deteksi Dini Kerusakan Hutan

Senin, 20 Juli 2026 | 18:02

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia Perkuat Pertahanan Maritim RI

Senin, 20 Juli 2026 | 17:53

Milenial Mendominasi Daftar Pemilih 2029

Senin, 20 Juli 2026 | 17:45

PKB Dukung Penuh Arah Baru Ekonomi Gagasan Prabowo

Senin, 20 Juli 2026 | 17:44

Prabowo Heran MBG Diserang, Sementara Kebocoran Negara Justru Didiamkan

Senin, 20 Juli 2026 | 17:37

Hibah Kapal Induk Italia Tak Boleh Jadi Beban Negara

Senin, 20 Juli 2026 | 17:34

Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Ditangkap Usai Nobar Pildun di Rumah Dinas

Senin, 20 Juli 2026 | 17:21

Selengkapnya