Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Kenaikan Penerimaan Pajak Jangan Bikin Terlena

RABU, 20 MEI 2026 | 11:38 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Ekonom Dipo Satria Ramli mengapresiasi capaian penerimaan pajak pemerintah hingga April 2026 yang mengalami kenaikan signifikan dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan melaporkan realisasi penerimaan pajak hingga April 2026 mencapai Rp646,3 triliun atau naik 16,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp556,9 triliun. Realisasi tersebut sudah setara 27,4 persen dari target APBN 2026 sebesar Rp2.357,7 triliun.

Menanggapi hal itu, Dipo menyampaikan selamat dan apresiasi kepada Kementerian Keuangan atas kenaikan penerimaan pajak serta mengecilnya defisit APBN.


“Selamat & apresiasi untuk Kemenkeu RI untuk kenaikan penerimaan pajak April, dan defisit APBN mengecil,” ujar Dipo melalui akun X miliknya, Rabu, 20 Mei 2026.

Namun demikian, ia mengingatkan agar pemerintah dan publik tetap objektif serta berhati-hati membaca data tersebut karena rincian detail penerimaan pajak belum dipublikasikan secara lengkap.

Menurut Dipo, lonjakan penerimaan pajak pada April juga dipengaruhi faktor musiman terkait batas pembayaran Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Badan.

“Lonjakan ada efek musiman batas bayar SPT Badan, jadi ini sebenarnya dominasi pajak Maret bukan April,” katanya.

Selain itu, ia menilai kenaikan penerimaan pajak juga dipengaruhi penahanan kas akibat pengetatan audit restitusi pajak. Penerimaan pajak turut terdorong dari belanja pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan koperasi desa.

“Pajak juga terdongkrak dari belanja pemerintah, MBG dan Kopdes,” lanjutnya.

Karena itu, Dipo mengingatkan pemerintah agar tidak terlena dengan capaian sementara tersebut karena tantangan ketahanan fiskal justru baru dimulai pada kuartal II tahun ini.

“Jangan sampai terlena sesaat, ujian ketahanan fiskal yang sebenarnya baru dimulai kuartal 2 ini,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kondisi ekonomi masyarakat bawah tetap harus menjadi perhatian utama pemerintah.

“Ingat, orang miskin masih banyak di Indonesia,” pungkasnya.


Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya