Berita

Gedung Bursa Efek Indonesia. (Foto: RMOL/Alifia)

Politik

Kehadiran Negara jadi Sinyal Positif bagi Pasar

RABU, 20 MEI 2026 | 10:50 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Langkah Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mendatangi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa kemarin, 19 Mei 2026 menyedot perhatian. 

Kunjungan tersebut terjadi di tengah tekanan besar terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang sebelumnya sempat anjlok 4,7 persen ke level 6.398 pada perdagangan Senin, 18 Mei 2026.

Pengamat politik Hendri Satrio alias Hensa mengatakan, kehadiran pimpinan DPR di BEI memang memunculkan rasa penasaran. Namun, menurut dia, langkah itu juga bisa dimaknai sebagai upaya menunjukkan bahwa negara ikut hadir memperhatikan kondisi pasar.


“Kalau dilihat sekilas memang agak tidak biasa, tapi DPR datang ke BEI bisa jadi punya pesan tertentu, dan itu bisa saja dibaca sebagai sinyal bahwa ada perhatian terhadap situasi pasar,” ujar Hensa, Rabu, 20 Mei 2026.

Ia menilai, dalam komunikasi publik, langkah seperti ini akan lebih kuat jika dijelaskan dengan baik agar masyarakat memahami maksudnya. Jika memang tujuannya untuk memantau kesiapan menghadapi penilaian lembaga seperti MSCI, maka pesan itu bisa menjadi penting bagi pasar dan publik.

“Kalau memang ingin memberi sinyal ke pasar, ya itu bagus. Tinggal bagaimana menjelaskannya ke publik supaya konteksnya lebih jelas dan tidak menimbulkan tanda tanya yang berlebihan,” katanya.

Hensa juga mengaitkan momen itu dengan agenda Presiden Prabowo Subianto di DPR yang memuat penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal atau KEM-PPKF RAPBN 2027.

Menurutnya, dua agenda itu bisa dibaca sebagai rangkaian pesan yang menunjukkan bahwa pemerintah dan DPR sedang sama-sama memberi perhatian pada arah kebijakan ekonomi.

“Kalau dibaca bersama, langkah Dasco dan agenda Presiden di DPR itu bisa saling menguatkan. Artinya ada pesan bahwa negara sedang menyiapkan diri dengan serius, baik dari sisi politik maupun dari sisi pasar,” ujarnya.

Hensa menambahkan, langkah seperti ini bisa saja tepat, tetapi tetap harus diiringi dengan komunikasi yang baik. Tanpa itu, menurutnya, pesan positif yang ingin disampaikan justru bisa kehilangan makna.

“Hal seperti ini bagus kalau komunikasinya rapi. Jadi publik tidak hanya melihat gerakannya, tapi juga mengerti maksudnya. Kalau itu tercapai, pesannya akan lebih kuat,” tutup Hensa.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya