Berita

Ilustrasi Waspada Virus Ebola (Sumber: Gemini Generated Image)

Kesehatan

Waspada Virus Ebola, Kemenkes Perketat Pengawasan dan Imbau Masyarakat Jaga Kesehatan

SELASA, 19 MEI 2026 | 17:53 WIB | OLEH: TIFANI

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI meningkatkan kewaspadaan terhadap  wabah Ebola. Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Uganda sebagai darurat kesehatan global.

Sebagai langkah antisipasi, Kemenkes RI menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, salah satunya dengan menghindari konsumsi daging mentah maupun hewan liar. Keduanya berisiko menjadi sumber penularan virus. 

Mengutip laman resmi Kemenkes RI, pemerintah juga memperkuat sistem deteksi dini melalui peningkatan kapasitas laboratorium, pelatihan tenaga kesehatan, serta koordinasi lintas sektor bersama WHO dan berbagai pihak terkait guna memastikan kesiapsiagaan nasional tetap optimal. Masyarakat pun diimbau tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari. 


Langkah sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, menggunakan masker saat sakit atau berada di tempat umum. Masyarakat juga dapat menerapkan etika batuk dan bersin dinilai efektif dalam menekan risiko penularan berbagai penyakit infeksi, termasuk Ebola.

Selain itu, masyarakat juga diminta menghindari kontak langsung dengan orang yang sakit, hewan liar, maupun benda yang diduga terkontaminasi cairan tubuh penderita. Hal ini penting karena virus Ebola dapat menular melalui darah, cairan tubuh, serta permukaan yang terpapar virus tersebut.

WHO menyebut, wabah kali ini dipicu oleh Bundibugyo ebolavirus, salah satu strain Ebola yang tergolong langka. Hingga kini, virus ini belum memiliki vaksin maupun terapi spesifik yang disetujui secara luas. 

Kondisi ini membuat upaya pencegahan menjadi kunci utama dalam mengendalikan penyebaran penyakit. Bundibugyo ebolavirus merupakan salah satu strain virus penyebab Ebola Virus Disease (EVD), yakni penyakit infeksi berat yang dapat memicu gejala seperti demam tinggi, kelemahan ekstrem, muntah, diare, hingga perdarahan internal yang berpotensi fatal. 

Tingkat kematian akibat penyakit ini tergolong tinggi, terutama jika tidak ditangani secara cepat dan tepat. Virus ini pertama kali diidentifikasi di Distrik Bundibugyo, Uganda, saat wabah terjadi pada 2007?"2008. 

Sejak saat itu, strain ini hanya muncul dalam beberapa kejadian luar biasa dengan jumlah kasus terbatas. Namun pada 2026, strain ini kembali memicu lonjakan kasus di DRC dan Uganda, sehingga meningkatkan kewaspadaan global.

Dengan meningkatnya mobilitas penduduk antarnegara, pemerintah Indonesia terus memperketat pengawasan di pintu masuk internasional seperti bandara dan pelabuhan. Masyarakat yang memiliki riwayat perjalanan dari wilayah terdampak diimbau segera melapor ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada infeksi Ebola.

Upaya kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat dinilai menjadi kunci penting dalam mencegah masuk dan menyebarnya virus ini di Indonesia.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya